Balap Liar Subuh Ramadan, Polisi Amankan 20 Motor di Tanjungpinang

balap liar ramadan
Satlantas Polresta Tanjungpinang mengamankan puluhan kendaraan roda dua yang terlibat balap liar saat ramadan. Foto: Mhd/Medianesia

Medianesia.id, Tanjungpinang – Aksi balap liar masih marak terjadi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terutama pada waktu subuh selama Ramadan 1447 Hijriah/2026.

Dalam tiga kali penertiban di sejumlah lokasi, polisi mengamankan sedikitnya 20 sepeda motor yang terlibat balap liar.

Baca juga: Balap Liar di Dompak Dibubarkan, 64 Remaja dan Puluhan Motor Diamankan Polisi

Penertiban dilakukan di beberapa titik rawan, seperti kawasan Dompak, Jalan Basuki Rahmat, serta Jalan Tanjungpinang–Tanjung Uban Kilometer 15.

Kasatlantas Polresta Tanjungpinang, AKP Dhia Chintya Siregar, mengatakan puluhan kendaraan tersebut merupakan hasil operasi selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Polisi Operasi Balap Liar di Dompak, 40 Sepeda Motor Disita

“Ada 20 sepeda motor yang berhasil diamankan. Ini hasil dari tiga kali penertiban balap liar di sejumlah lokasi di Tanjungpinang,” ujar Dhia, Senin, 2 Maret 2026.

Dhia menjelaskan, sebagian besar pelaku balap liar merupakan anak di bawah umur.

Seluruh kendaraan yang terjaring langsung dibawa ke Mapolresta Tanjungpinang untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: Aksi Balap Liar di Tanjungpinang Didominasi Pelajar, Polisi Minta Peran Orang Tua

Selain dilakukan penilangan, kendaraan para pelaku juga disita selama satu bulan sebagai efek jera.

“Kendaraan yang kita amankan akan disita selama satu bulan sebagai efek jera kepada pelaku balap liar,” tegasnya.

Baca juga: Polisi Operasi Balap Liar di Dompak, 40 Sepeda Motor Disita

Menurut Dhia, penertiban dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menjaga kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Polisi juga mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga menjelang subuh, guna mencegah keterlibatan dalam aksi balap liar yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mohon orang tua lebih mengawasi anaknya agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi pada keluarga kita,” pungkasnya.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait