oleh

12 Bank Perkreditan Rakyat Bangkrut di Awal Tahun 2024, OJK Cabut Izin Usahanya

Medianesia.id, Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha 12 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang bangkrut di berbagai provinsi sejak awal tahun 2024.

Pencabutan izin ini dilakukan karena berbagai faktor, termasuk kesehatan keuangan bank yang tidak sehat dan kegagalan upaya penyehatan.

Daftar 12 BPR yang dicabut izin usahanya:

PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) (Jawa Tengah)
PT BPR Dananta (Jawa Tengah)
PT BPRS Saka Dana Mulia (Jawa Tengah)
PT BPR Bali Artha Anugrah (Bali)
PT BPR Sembilan Mutiara (Sumatera Barat)
PT BPR Aceh Utara (Aceh)
PT BPR EDCCASH (Banten)
Perumda BPR Bank Purworejo (Jawa Tengah)
PT BPR Bank Pasar Bhakti (Jawa Timur)
PT BPR Madani Karya Mulia (Jawa Tengah)
PT BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda) (Jawa Timur)
Koperasi BPR Wijaya Kusuma (Jawa Timur)

OJK mencabut izin usaha BPR-BPR tersebut setelah mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya keuangan bank yang tidak sehat, BPR-BPR tersebut memiliki Tingkat Kesehatan (TKS) yang berkategori “Tidak Sehat”.

Selanjutnya Direksi dan pemegang saham BPR-BPR tersebut tidak mampu melakukan upaya penyehatan bank meskipun telah diberikan waktu oleh OJK.

LPS memutuskan untuk tidak menyelamatkan BPR-BPR tersebut karena berbagai faktor, seperti kondisi keuangan bank yang buruk dan prospek penyelamatan yang tidak memadai.

Dampak Pencabutan Izin Usaha:

Pencabutan izin usaha BPR-BPR tersebut dapat berdampak pada nasabah, seperti uang nasabah tabungan di BPR-BPR tersebut akan dibayarkan oleh LPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kemudian nasabah kredit harus tetap menyelesaikan kewajibannya kepada BPR-BPR tersebut meskipun izin usahanya telah dicabut.

OJK menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih BPR untuk menyimpan uangnya. Pastikan BPR tersebut memiliki TKS yang sehat dan diawasi oleh OJK.(*/Brp)

Editor: Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *