oleh

UU KIA Terbaru Disahkan, Ibu Bekerja Dapat Cuti Melahirkan 6 Bulan

Medianesia.id, Jakarta – Kabar gembira bagi para ibu bekerja. DPR RI baru saja mengesahkan Undang-undang (UU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) pada seribu Fase Pertama Kehidupan. Salah satu poin penting dalam UU ini adalah aturan cuti melahirkan bagi ibu bekerja.

UU KIA mengatur setiap ibu yang bekerja berhak mendapatkan cuti melahirkan paling singkat 3 bulan pertama. Kemudian, paling lama 3 bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang di buktikan dengan surat keterangan dokter.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menyambut baik di sahkannya UU KIA. Menurutnya, UU ini merupakan wujud kehadiran Negara dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Sebagai sumber daya manusia dan generasi penerus bangsa yang unggul di masa depan.

Bintang menjelaskan, saat ini ibu dan anak di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan, seperti tingginya angka kematian ibu saat melahirkan, angka kematian bayi, dan stunting.

“Sedangkan kebijakan kesejahteraan ibu dan anak masih tersebar di berbagai peraturan dan belum mengakomodasi dinamika kebutuhan hukum masyarakat. Kita perlu menata pelaksanaan kesejahteraan ibu dan anak pada fase seribu hari pertama kehidupan secara lebih komprehensif, terukur, terpantau, dan terencana dengan baik,” tuturnya.

Secara substansial, UU KIA disebut dapat menjamin hak-hak anak pada fase seribu hari pertama kehidupan, sekaligus menetapkan kewajiban ayah, ibu, dan keluarga. Menurut Bintang, kesejahteraan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Bintang menekankan bahwa seorang ibu juga memerlukan ruang untuk tetap berdaya selama anak dalam fase seribu hari pertama kehidupan. Sehingga, dapat mendorong para ibu untuk memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya selama 6 bulan, dan memberikan MPASI yang aman dan bergizi. (Ism)

Editor: Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *