oleh

Tingginya Harga Tiket Feri Berpotensi Hambat Wisman ke Kepri

Medianesia.id, Tanjungpinang – Harga tiket feri yang melambung tinggi dari Kepulauan Riau (Kepri) ke Singapura menjadi sorotan. Hal tersebut memicu kekhawatiran terhadap dampak negatifnya terhadap pariwisata di Kepri.

Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, menyatakan tingginya harga tiket feri ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi pariwisata di Kepri.

“Harga tiket feri yang mahal ini akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi di Kepri,” ungkapnya, Kamis (6/6).

Menurutnya, wisatawan asal Singapura yang biasa berlibur ke Kepri akan mencari alternatif tujuan wisata lain yang lebih murah.

“Biasanya mereka berpergian ke Batam atau Kepri. Dengan tingginya harga tiket, mereka akan beralih ke tujuan lain,” jelasnya.

Rudy mengungkapkan, persoalan ini telah dilaporkan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah Sumatera Bagian Utara. Diduga, terdapat indikasi oligopoli atau praktik perdagangan sepihak yang dilakukan oleh pengusaha feri.

“Sudah dilaporkan ke KPPU setahun lalu dan ini masih dalam proses,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, paska pandemi COVID-19, terjadi kenaikan harga serentak yang dilakukan oleh operator kapal feri. Untuk tarif internasional, tidak diatur oleh tarif minimum maupun maksimum dari Pemerintah.

“Bukan soal tarif, tapi kesepakatan harga yang dibuat oleh sejumlah operator feri,” tegasnya..

“Sesuai UU anti monopoli, itu melanggar peraturan pemerintah,” tambah Rudy.

Rudy juga menyoroti dampak negatif tingginya harga tiket feri ini bagi masyarakat Kepri yang sering melakukan perjalanan ke Singapura.

“Kita berharap hasil penyelidikan KPPU yang sudah lama ini membuahkan hasil positif untuk Kepri,” kata dia.

Saat ini, harga tiket feri pulang pergi (PP) berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp 830 ribu per orang. Sedangkan, untuk tiket sekali jalan, harganya berkisar antara Rp 450 ribu hingga Rp 530 ribu per orang untuk masing-masing operator kapal. Sudah termasuk pass penumpang Rp 100 ribu per orang. (Ism)

Editor: Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *