Medianesia.id, Bintan – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diselenggarakan 23 November mendatang di Kabupaten Bintan terima kuncuran dana dari 2 sumber dana. Dana tersebut dipergunakan untuk rapat koordinasi (rakor), pembinaan sampai dengan pembe pencoblosan di tiga desa, Sabtu (30/10)
“Kuncuran dana dalam Pilkades mendatang bersumber dari APBD Kabupaten Bintan dan APBDes masing – masing Desa” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rony Kartika.
Dikatakan Rony, dana yang digunakan untuk pilkades ini tidak besar bahkan tidak sampai ratusan juta rupiah. Untuk
masing-masing desa yaitu Desa Dendun dan Malang Rapat mengucurkan Rp 60 juta karena pemilihannya dilakukan secara langsung oleh masyarakat yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Sementara Desa Sebong Lagoi tidak sampai Rp 60 juta melainkan jauh dibawahnya. Karena hanya Pergantian Antara Waktu (PAW) bukan pemilihan ulang. Kemudian pemilihannya tidak dilakukan oleh warga secara umum melainkan hanya perwakilan saja karena dilaksanakan melalui musyawarah mufakat.
“Kalau dari APBD tidak begitu besar,” jelasnya.
Memang dana yang dialokasikan untuk pilkades tidak sebesar pilkada. Namun dia berharap kesuksesan penyelenggaraannya sama dengan kesuksesan pilkada. Terkhususnya dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) saat pencoblosan.
Kucuran ADD untuk pilkades digunakan untuk biaya cetak, belanja operasional, honor panitia pilkades dan dukungan prokes. Sedangkan dari APBD Bintan dialokasikan untuk rapat koordinasi (rakor) dan pembinaan saja.
“Prinsipnya dalam pesta demokrasi ini kualitas kerja dari proses yang diperlukan. Semoga lancar dan aman lah,” ucapnya.





