Penutupan pabrik Purwakarta menambah daftar panjang pabrik Bata yang ditutup di berbagai negara.
Sebelumnya, Bata telah menutup pabrik di beberapa negara seperti India, Pakistan, dan Afrika Selatan.
Pabrik Bata Purwakarta didirikan pada tahun 1940 oleh Tomas Bata, salah satu pendiri Bata.
Pabrik ini merupakan salah satu pabrik terbesar di Indonesia yang memproduksi sepatu injeksi untuk konsumsi dalam dan luar negeri.
Saat ini, Bata Indonesia memusatkan produksinya di Gedung 6 lantai, yaitu kantor PT. Sepatu Batam TBK, di Cilandak, Jakarta Selatan.
BATA mengalami kerugian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal III-2023, BATA mencatat kerugian sebesar Rp80,65 miliar, melonjak 294,76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan perseroan juga mengalami penurunan sebesar 0,42% menjadi Rp488,47 miliar.
Penurunan kinerja keuangan BATA dipicu oleh berbagai faktor, termasuk pandemi COVID-19, perubahan perilaku konsumen, dan tingginya biaya produksi.(*/Brp)
Editor: Brp





