oleh

Pelaku Penyelundupan PMI Akui Urus Paspor Lewat Calo, Biaya Rp 2 Juta

Medianesia.id – Penangkapan pelaku penyelundupan PMI ilegal membuka satu fakta masih adanya tindak percaloan pembuatan dokumen paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang.

Pelaku penyelundupan PMI ilegal, Anhar (50), mengakui dalam pengurusan dokumen paspor korbannya, ia dibantu oleh oknum pegawai Kantor Imigrasi dengan biaya Rp 2 juta.

“Paspornya bikin online, saya suruh orang dalam dan membayar Rp 2 juta. Paspor biasa (pelancong),” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan di Mapolresta Tanjungpinang, Senin (13/2).

Namun demikian, saat ditanyakan lebih lanjut siapa oknum pegawai tersebut, pelaku enggan menjawab. Dengan alasan lupa identitas oknum yang membantunya membuat pengurusan paspor.

“Saya lupa namanya, pegawai Imigrasi. Saya tidak tau kalau paspornya untuk kerja,” ungkapnya.

Kasubnit I Idik IV Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Aiptu Jakson Debataraja, menuturkan kasus penyeludupan PMI ilegal ini awalnya ditemukan Polsek Kawasan Pelabuhan (KKP). Lalu, kasus itu dilimpahkan ke Satreskrim untuk dilakukan penyelidikan.

Setelah dilakukan interogasi, pelaku bahkan mengaku memang kerap memberangkatkan PMI ilegal ke Malaysia.

“Tidak hanya sekali ini saja. Desember 2022 lalu, pelaku juga memberangkat 3 calon PMI, dan digagalkan. Laporan Polisinya sudah masuk,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Khairil Mirza, membantah soal adanya praktik calo pembuatan dokumen paspor di tempatnya. Namun demikian, ia akan menindak oknum calon tersebut jika ditemukan.

“Tidak benar. Kalau memang ada, saya akan langsung tindak,” tegasnya.

Ia menuturkan, Imigrasi Tanjungpinang terus berupaya memperbaiki pelayanan pembuatan dokumen paspor. Ia juga mengingatkan, bahwa Imigrasi tidak menerima transaksi tunai terkait biaya pembuatan dokumen paspor.

“Semua biaya wajib ditransfer ke bank. Itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” demikian Mirza.*

(ISM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *