Medianesia, Batam – Ajang Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 resmi digelar di Stadion Akuatik GBK sejak Selasa (28/4/2026) hingga Jumat (1/5/2026) dan sukses menuntaskan berbagai nomor perlombaan renang.
Berdasarkan unggahan resmi Akuatik Indonesia, DKI Jakarta tampil dominan dengan keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 38 medali emas, 34 perak, dan 24 perunggu.
Di posisi kedua, Jawa Barat membayangi dengan 32 emas, 23 perak, dan 28 perunggu.
Sementara Jawa Timur melengkapi tiga besar dengan raihan 21 emas, 27 perak, dan 26 perunggu.
Persaingan ketat antar daerah ini menunjukkan kualitas atlet renang nasional yang semakin merata dan kompetitif.
Sejumlah atlet tampil impresif di sesi Super Final. Di nomor 200 meter gaya ganti individu putra, perenang Jawa Barat, Aflah Fadlan Prawira, berhasil finis tercepat dengan waktu 2:07.19.
Sementara di nomor sprint 50 meter gaya bebas putra, atlet DKI Jakarta, Jason Donovan Yusuf, mencuri perhatian dengan catatan waktu 22.67 detik.
Di sektor putri, Azzahra Permatahani tampil dominan di nomor 200 meter gaya ganti individu dengan waktu 2:20.48.
Tak ketinggalan, nomor estafet juga jadi panggung kekuatan tim DKI Jakarta yang sukses meraih emas di beberapa kategori, termasuk 4×100 meter gaya bebas mix dan gaya ganti.
Sebelumnya, Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, membuka Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno pada Selasa, 28 April 2026.
Ajang olahraga akuatik terbesar tingkat nasional ini akan berlangsung hingga 7 Mei 2026 dan diikuti sekitar 1.000 atlet dari 24 provinsi di seluruh Indonesia.
Untuk cabang olahraga (cabor), renang dan polo air digelar lebih dulu pada 28 April hingga 1 Mei.
Sementara loncat indah dan renang artistik dijadwalkan berlangsung pada 5–7 Mei 2026.
“Kejurnas ini memang akan jadi acuan untuk masuk ke Pelatnas. Selain itu Kejurnas kali ini juga menyajikan hal baru dengan menggelar kegiatan Time Trial,” ujarnya pada unggahan Instagram @anindyabakrie.
Berikut 10 besar perolehan medali:
DKI Jakarta – 38 emas, 34 perak, 24 perunggu (96 total)
Jawa Barat – 32 emas, 23 perak, 28 perunggu (83)
Jawa Timur – 21 emas, 27 perak, 26 perunggu (74)
Banten – 12 emas, 13 perak, 11 perunggu (36)
Bali – 6 emas, 13 perak, 13 perunggu (32)
Lampung – 6 emas, 2 perak, 2 perunggu (10)
Unattached – 6 emas, 0 perak, 0 perunggu (6)
Kepulauan Riau – 5 emas, 5 perak, 1 perunggu (11)
DI Yogyakarta – 4 emas, 2 perak, 1 perunggu (6)
Jawa Tengah – 3 emas, 14 perak, 20 perunggu (37).(*)
Editor: Brp





