oleh

Kematian Dyo Jadi Luka Mendalam Bagi Keluarga

Medianesia.id, Tanjungpinang – Kematian Dyo Putra Pratama (13), seorang remaja di Tanjungpinang, usai meminum obat dari Puskesmas Sungai Jang pada Selasa (9/7) pagi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Pihak keluarga mempertanyakan kelalaian pihak Puskesmas yang tidak memeriksa tekanan darah Dyo sebelum memberikan obat, meskipun Dyo sudah menunjukkan gejala hipertensi.

Dyo, yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP, menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami kejang-kejang, muntah, dan mengeluarkan busa dan darah dari mulut dan hidung.

Ibu Dyo, Lia, mengungkapkan rasa kecewa dan sedihnya atas kejadian ini. Ia mengaku sempat memberitahu dokter di Puskesmas bahwa tekanan darah Dyo tinggi saat berobat. Hingga menyentuh angka 178 per 123.

“Saya sampaikan dan minta di cek lagi tensinya. Tapi kata dokter anak anak tidak perlu di cek tensinya,” ungkap Lia.

Ia melanjutkan, setelah menyatakan keluhan, dokter Puskesmas pun memberikan obat. Lalu, saat pulang Dyo pun meminum obat dari dokter, kemudian tertidur.

“Tidak lama, Dyo kejang-kejang. Mulutnya berbusa dan hidungnya keluar air. Kita bawa lagi ke Puskesmas lagi, tapi tidak tertolong,” ujar Lia.

Lia pun menyayangkan sikap dokter, yang tidak mau mendengar permintaanya untuk mengecek tensi korban terlebih dahulu.

“Seharusnya dokter ikutin kata saya, ini malah katanya anak saya tidak perlu dicek tensinya. Kalau tensinya tidak normal kan bisa dirujuk ke Rumah Sakit,” pungkasnya.

Usai menjalani autopsi di RSUP RAT Tanjungpinang, jenazah Dyo pun langsung dimakamkan di TPU Anggrek Merak, Selasa (9/7) malam. (Ism)

Editor: Brp

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *