oleh

Joe Biden Lanjutkan Kampanye di Philadelphia Meski Tekanan Mundur dari Partai

Medianesia.id, Batam – Presiden AS, Joe Biden menggelar kampanye pemilihan di Philadelphia, fokusnya tetap pada basis suara kulit hitam yang krusial bagi kemenangannya.

Langkah ini datang di tengah desakan internal dari Partai Demokrat untuk mengakhiri pencalonannya.

Biden (81) menghadapi tekanan untuk menarik diri setelah penampilannya yang dinilai buruk dalam debat dengan Donald Trump (78) pada 27 Juni 2024.

Meski begitu, dalam sebuah email penggalangan dana, Biden menegaskan tekadnya untuk melanjutkan pencalonan, menyebut seruan untuk mundur sebagai “omong kosong.”

Di Philadelphia, Biden mengunjungi Mt Airy Church of God In Christ sebelum melanjutkan perjalanan ke Harrisburg, ibu kota Pennsylvania, untuk bertemu dengan anggota serikat pekerja.

Di kedua lokasi tersebut, dia disambut hangat oleh para pendukungnya, menunjukkan bahwa basis dukungannya di kalangan pemilih kulit hitam masih solid.

Dalam pidatonya, Biden mengingatkan tentang prestasinya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga kulit hitam, termasuk mencatat tingkat pengangguran kulit hitam yang terendah dalam sejarah dan program keringanan utang mahasiswa.

Di Harrisburg, Biden mempromosikan dirinya sebagai presiden yang paling mendukung serikat pekerja dalam sejarah AS.

Dia berjanji untuk mengatasi keuntungan korporat dalam masa jabatan keduanya, sambil tetap mempertahankan humor.

“Saya tahu saya tampak seperti berusia 40 tahun,” yang disambut dengan gelak tawa dari jemaat gereja.

Pada saat yang sama, pemimpin Partai Demokrat di DPR Hakeem Jeffries dan beberapa anggota lainnya memanggil Biden untuk mundur dari pencalonannya, dengan menyebut Kamala Harris sebagai pengganti yang potensial.

Kisruh internal ini mempertegas bahwa meski dihadapkan pada desakan mundur, dukungan terhadap Joe Biden tetap kuat di kalangan para pendukungnya.(*/Brp)

Editor: Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya