Iran Atur Ulang Jalur Kapal di Selat Hormuz

Ilustrasi. Iran Atur Ulang Jalur Kapal di Selat Hormuz. Foto: Pexels.

Medianesia, Batam – Iran tengah menyiapkan sistem jalur pelayaran baru untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan ini dilakukan seiring meningkatnya pengawasan terhadap salah satu rute distribusi energi paling strategis di dunia.

Baca juga: Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Tanker Indonesia Segera Lewati Selat Hormuz

Langkah tersebut diambil setelah Iran membatasi aktivitas pelayaran sejak awal konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz sendiri dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak global, sehingga perubahan kebijakan di kawasan ini berdampak pada perdagangan internasional.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa kapal dari negara yang tidak terlibat konflik masih dapat melintas, dengan syarat melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas setempat.

Baca juga: Donald Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Ancaman Balasan Garda Revolusi

Sementara itu, kapal yang berasal dari negara yang dianggap terlibat konflik tidak diberikan akses.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut bahwa pengaturan baru ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Iran.

Dalam skema yang sedang disiapkan, setiap kapal yang ingin melintas harus melalui proses persetujuan antar pemerintah melalui kedutaan besar Iran.

Baca juga: Pemprov Kepri Telusuri Kemungkinan Warga di Iran, Koordinasi dengan Kedubes RI

Kapal yang telah mendapatkan izin akan menerima kode khusus yang digunakan saat mendekati wilayah selat.

Selain itu, otoritas Iran juga melakukan verifikasi terhadap dokumen kapal, termasuk tujuan pengiriman dan kewarganegaraan awak kapal.

Selat tersebut memiliki lebar sekitar 21 mil laut di titik tersempit dan berada di antara wilayah Iran dan Oman.

Baca juga: Jemaah Umrah Kepri Diminta Tunda Keberangkatan Imbas Konflik Iran–Israel

Kondisi geografis tersebut membuat jalur ini relatif mudah diawasi, termasuk oleh aparat keamanan Iran.

Sebelum konflik, rata-rata sekitar 135 kapal melintas setiap hari. Namun, data terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam lalu lintas pelayaran akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Sebagian besar kapal yang masih melintas berasal dari negara-negara Asia, seperti Tiongkok dan India, serta kawasan Teluk.

Baca juga: Iran Balas Serangan AS-Israel, Ledakan Terdengar hingga Dubai

Sementara itu, rute pengiriman energi banyak dialihkan ke Asia Timur, serta sebagian ke Afrika Timur dan Amerika Selatan.

Laporan industri pelayaran juga mencatat adanya biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh beberapa kapal untuk menjamin keamanan saat melintasi Selat tersebut.

Biaya tersebut menjadi bagian dari mekanisme baru yang sedang diterapkan di kawasan tersebut.(*)

Editor: Brp

Pos terkait