oleh

Generasi Z Dominasi Pengguna Pinjol dan Kredit Macet, Kemenkeu Dorong Investasi SBN

Medianesia.id, Batam – Generasi Z (Gen Z) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan karena jumlah mereka yang masuk kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training) yang tinggi, melainkan karena kebiasaan buruk mereka yang mudah berutang.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per April 2024, outstanding pinjaman online (pinjol) yang berasal dari perorangan sebesar Rp57,35 triliun didominasi oleh Gen Z dengan total outstanding Rp28,86 triliun.

Lebih mencengangkan lagi, Gen Z juga mendominasi kredit macet dari total outstanding pinjol dengan total Rp667,10 miliar.

Hal ini menjadi keprihatinan banyak pihak, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR Kemenkeu) mendorong Gen Z agar lebih melek untuk berinvestasi, terutama di instrumen Surat Berharga Negara (SBN).

“Porsi Gen Z dalam berinvestasi dalam SBN hanya 2% hingga 3%. Ini masih sangat kecil,” kata Direktur Pengembangan Pasar Keuangan DJPPR Kemenkeu, M. Ariyanto, dilansir CNBC Indonesia, Rabu (19/6/2024).

Ariyanto menjelaskan, berinvestasi di SBN memiliki banyak keuntungan bagi Gen Z, seperti risiko rendah karena SBN dijamin oleh negara.

Selain itu imbal hasil menarik karena SBN menawarkan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Kemudian dengan membeli SBN, Gen Z berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Kemenkeu berharap dengan berinvestasi di SBN, Gen Z dapat mengurangi niat mereka untuk menarik pinjol dan menjadi lebih produktif.(*/Brp)

Editor: Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *