oleh

Gegara Marak Rokok Ilegal, Industri Pengolahan Tembakau Terkontraksi 4,2 Persen

Medianesia.id, Batam – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pengolahan tembakau mengalami kontraksi sebesar 4,2 persen pada Mei 2024.

Penurunan IKI ini merupakan yang pertama kalinya dan dipicu oleh maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa kontraksi IKI disebabkan oleh berkurangnya produksi tembakau akibat maraknya rokok ilegal.

“Penurunan IKI ini disebabkan oleh penurunan komponen pada sisi produksi. Kami mendapat informasi bahwa industri tersebut mengurangi produksinya karena banyaknya rokok ilegal di pasaran,” ungkap Febri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Febri menuturkan bahwa rokok ilegal tersebut didominasi oleh produk impor. Ia pun mendesak agar peredaran rokok ilegal dapat diberantas.

“Kami berharap agar peredaran rokok ilegal ditekan,” tegas Febri.

Pernyataan Febri ini sejalan dengan data dari Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo).

Ketua Gaprindo, Benny Wahyudi, mengungkapkan bahwa produksi rokok ilegal di Indonesia mencapai 7 persen dari total produksi rokok per tahun.

“Rokok ilegalnya meningkat menurut info dari kawan Kementerian Keuangan hampir 7 persen,” kata Benny dalam acara Detikcom Leaders Forum di Jakarta, Rabu (29/5).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *