oleh

Garis Kemiskinan Indonesia Naik 5,90 Persen jadi Rp 582.932 per Kapita

Medianesia.id, Batam – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa garis kemiskinan di Indonesia pada Maret 2024 naik 5,90% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka ini mencapai Rp 582.932 per kapita per bulan, yang berarti batas pengeluaran minimum untuk tidak dikategorikan miskin.

Plt Sekretaris Utama BPS, Imam Machdi, menjelaskan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh lonjakan harga komoditas pokok yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat miskin.

“Jika dilihat lebih rinci, angka di perkotaan mencapai Rp 601.871 per kapita per bulan, sedangkan di perdesaan sebesar Rp 556.874 per kapita per bulan,” ungkap Imam.

Secara rata-rata per rumah tangga pada Maret 2024 mencapai Rp 2.786.415 per bulan. Ini merupakan angka minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Untuk menentukan apakah seseorang atau rumah tangga termasuk miskin, BPS menggunakan dua komponen, yaitu garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM).

Hasilnya menunjukkan bahwa peran komoditas makanan terhadap kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan komoditas bukan makanan, yaitu 74,44% berbanding 25,56%.

Di antara komoditas makanan, beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, mie instan, dan gula pasir merupakan penyumbang terbesar terhadap kemiskinan.

Sedangkan untuk komoditas bukan makanan, penyumbang terbesar adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi, perawatan kulit, sabun cuci, dan pakaian jadi perempuan dewasa.

Data ini penting untuk memahami tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengentasan garis kemiskinan yang lebih terarah dan efektif.(*/Brp)

Editor: Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *