oleh

Cegah Inflasi, Kepala Bank Indonesia Kepri Berharap Proliga Bisa ‘Ditularkan’ ke Daerah Lain

Medianesia.id, Karimun – Tingginya permintaan akan kebutuhan cabai merah di Kabupaten Karimun, memicu Bank Indonesia Kepri untuk mengimbau agar Program Lipat Ganda (Proliga) yang merupakan sistem budidaya komoditas pertanian dengan rangkaian teknologi yang mampu meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat dari biasanya digiatkan.

Mengingat, penerapan tersebut sebagai salah satu cara dalam mengendalikan inflasi komoditas pertanian di Kepri.

“Total kebutuhan Cabai Merah mencapai 11.23 ton/minggu, sedangkan produksi lokal hanya mampu men-supply sebesar 4 ton/minggu atau hanya 36% dari total kebutuhan. Hal ini berarti kebutuhan pasar lokal masih dibutuhkan sangat besar. Untuk itu kami menghimbau bahwa program ini terus diperluas khususnya oleh Pemerintah Daerah Karimun.  Sehingga tercipta peningkatan jumlah produksi yang massif dan pada akhirnya kebutuhan lokal dapat terpenuhi bahkan surplus,” tegasnya disela-sela panen perdana Cabai Proliga di Kundur, Kabupaten Karimun, Sabtu (15/1/2022) pagi.

Pada kesempatan yang sama, pihaknya juga mencoba menginisiasi terjadinya transaksi antara hasil pertanian di Karimun untuk di pasarkan di Kota Batam melalui Koperasi Tani Kota Batam.

Tentunya hal ini merupakan suatu Kerjasama Antar Daerah intra Provinsi Kepri, yang perlu didorong mengingat hampir seluruh komoditas pangan strategis di Kepulauan Riau dipasok dari luar wilayah Kepri.

“Sehingga peluang-peluang pemasaran di Intra wilayah Kepri dapat menjadi salah satu alternatif cara memperkuat kedaulatan pangan di wilayah ini. Dan perlahan menurunkan ketergantungan Kepri dengan wilayah lain,” tegasnya.  

Sebagaimana diberitakan, Kelompok Tani Tunas Bertuah di Desa Sawang Laut, Kundur Barat sukses melakukan panen raya perdana komoditas cabai merah dengan penerapan teknologi Proliga itu.

Panen perdana tersebut bahkan dilakukan secara langsung oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri Musni Hardi K. Atmaja, Sabtu (15/1/2022) pagi.

“Alhamdulillah, hari ini telah dilakukan panen bersama komoditas cabai merah dengan teknologi Proliga oleh kelompok tani Tunas Bertuah di Desa Sawang Laut,” ujar Bupati Rafiq.

Bupati mengatakan, kelompok tani tersebut saat ini berhasil meningkatkan produktivitas atau hasil panen mereka, dari sebelumnya secara konvesional berkat penerapan teknologi Proliga.

“Seperti Kelompok Tani Tunas Bertuah ini, karena penerapan Proliga mereka mampu panen mencapai 20 ton per hektarnya, sebelumnya panen hanya sekitar 10 ton per hektare, dan sejauh ini mereka sudah panen 8 kali,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan bahwa penerapan teknologi Proliga juga memberikan hasil panen yang jauh lebih bagus dan memuaskan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *