Medianesia, Batam – Banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Aceh menyebabkan akses jalan dari Sumatera Utara menuju Aceh terganggu.
Material longsor dan limpasan banjir menutup sejumlah ruas jalan, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik terhambat.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, menyatakan bahwa pengerahan alat berat oleh Kementerian Pekerjaan Umum sangat diperlukan untuk membuka akses jalan.
Baca juga: Hujan Tak Kunjung Reda, Ini Daftar Wilayah yang Harus Waspada Menurut BMKG
“Kondisi saat ini membutuhkan alat berat agar jalan bisa segera dilewati,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, beberapa akses jalan yang terdampak antara lain:
Batas Sumut – Aceh: Masih terputus sejak tiga hari terakhir akibat longsor di beberapa titik jalan nasional.
BPJN Wilayah Aceh Kementerian PU sedang melakukan pendataan dan penanganan.
Banda Aceh – Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang: Terputus akibat runtuhnya jembatan di Meuredu (perbatasan Bireuen dan Pidie Jaya).
Baca juga: KAI Mediasi Kasus Tumbler Tuku Hilang, Penumpang dan Petugas Stasiun Sepakati Damai
Pemerintah daerah sementara menggunakan jalur alternatif Samalangan – Tringgadeng menuju Pidie Jaya.
Kabupaten Gayo Lues: Jalur darat belum bisa diakses karena empat titik jalan nasional putus total, termasuk Gayo Lues – Aceh Tengah, Gayo Lues – Aceh Barat Daya, dan Gayo Lues – Aceh Timur.
Jalur udara melalui Bandara Perintis Gayo Lues menjadi alternatif sementara.
Kabupaten Aceh Tengah: Akses darat terputus akibat putusnya ruas jalan nasional Bireuen – Takengon dan jembatan Tepin Mane.
Jalan Aceh Tengah – Nagan Raya juga terputus. Jalur Takengon – Ise Ise – Gayo Lues tidak dapat dilalui.
Kabupaten Bener Meriah: Akses jalan nasional Bener Meriah – Aceh Tengah dan Bener Meriah – Bireuen terputus total.
Jalan provinsi Bener Meriah – Lhokseumawe (eks jalan KKA) juga putus.
Baca juga: Bea Cukai Terancam Dibekukan, 16.000 Pegawai Bisa Dirumahkan
Jalur udara melalui Bandara Rembele menjadi alternatif untuk melayani Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Selain membuka akses jalan, BNPB juga fokus membangun jalur komunikasi.
Pasca musibah banjir dan longsor Aceh, penyedia internet satelit telah diterjunkan untuk menyediakan layanan internet broadband di lokasi terdampak, mendukung koordinasi dan penanganan bencana.(*)
Editor: Brp





