Medianesia.id, Tanjungpinang – Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Provinsi Kepulauan Riau mencatat sebanyak 1.076 calon jemaah haji asal Kepri akan menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenhaj Kepri, Muhammad Syafi’i, saat koordinasi persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Tanjungpinang, Kamis, 5 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Syafi’i menekankan pentingnya pelayanan haji yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji, sekaligus memperkuat komitmen penyelenggaraan haji yang bersih,” ujar Syafi’i.
Baca juga: Pembangunan SPPG Wilayah 3T di Kepri Dikebut, Progres Capai 85 Persen
Dalam kegiatan itu, Kanwil Kemenhaj Kepri juga menghadirkan Inspektur Wilayah II Kemenhaj dan Umrah RI, Ade Muhtar.
Dalam arahannya, Ade menegaskan koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat program Presiden dalam penyelenggaraan ibadah haji yang transparan dan akuntabel.
“Koordinasi ini bagaimana kita memperkuat program Presiden dan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji, tanpa adanya praktik KKN,” tegas Ade.
Baca juga: Mabuk dan Ugal-ugalan, Tiga Pemua Keroyok Pengunjung di Tugu Sirih Tanjungpinang
Ia menjelaskan, pelayanan haji bukan sekadar tugas administratif, melainkan bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Saat ini, persiapan penyelenggaraan haji 2026 masih terus berjalan, termasuk proses pemesanan hotel bagi jemaah di Arab Saudi.
Menurutnya, proses tersebut berlangsung lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu saat Ramadan masih dalam proses lelang hotel, tahun ini sebelum Ramadan sudah selesai dilaksanakan,” tambahnya.
Baca juga: Tumpahan Oli Picu Kecelakaan Beruntun di Tanjungpinang, Enam Pengendara Terluka
Menjelang pelaksanaan haji, Kemenhaj dan Umrah RI juga telah mengantisipasi berbagai potensi kendala, termasuk risiko kesehatan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Karena itu, Kemenhaj di daerah diminta memastikan seluruh calon jemaah memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang memadai sebelum diberangkatkan ke Mekkah.
“Kami juga telah melakukan pelatihan secara semi-militer bagi petugas haji agar siap menghadapi berbagai permasalahan di lapangan,” pungkas Ade.(Mhd)
Editor: Brp





