Medianesia.id – Sebagai Provinsi Kepulauan, Kepri memiliki banyak menawarkan keindahan dan keunikan.
Salah satunya adalah Bandara Tembelan Bintan yang dibangun di Pulau Khusus. Keberadaan Bandara Tambelan Bintan diperlukan dalam rangka meretas keterisolasian di wilayah 3T.
Pulau Tambelan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Secara geografis, sebelah utara Tambelan berbatasan dengan Perairan Kecamatan Midai.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Karimata, sebelah Barat berbatasan dengan Perairan Laut Cina Selatan dan sebelah Timur berbatasan dengan Perairan Provinsi Kalimantan Barat.
Potensi pariwisata di Tambelan itu, juga luar biasa. Bagi wisatawan yang menyukai fishing, diving, snorkling dan petualangan laut, Tambelan itu surganya.
Potensi bahari di pulau ini sangat menjanjikan. Wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau yang dikenal luas dengan sebutan ‘Pulau Sabda’ ini dapat menikmati air laut yang jernih dan karang yang berwarna warni.
Keberadaan Bandara Tambelan Bintan juga untuk melayani dan memudahkan angkutan penumpang dan barang dari dan ke Tambelan.
“Di sisi lain tentu kita ingin Tambelan sebagai salah satu destinasi wisata yang diakui dunia bisa terdongkrak dari sisi kunjungan wisatawannya,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Bandar Udara Tambelan Bintan memiliki landasan pacu 1.200m x 30m dan luas terminal 600m2 dengan jarak tempuh dari kota kecamatan Tambelan ke Bandara ini kurang lebih 2 km.
Bandara ini akan dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Dabo Satpel Bandar Udara Tambelan.
Pembangunan Bandara Tembelan Bintan sudah dilakukan sejak 2013 lalu. Seluruh pekerjaan bandara baik dari sisi darat maupun udara telah rampung, sekarang sudah difungsikan.
Pemerintah Provinsi Kepri melalui APBD TA 2022 ini, juga akan melengkapi fasilitas Bandara Tembelan Bintan dengan Dermaga Apung.
Kepala Bidang Kepelabuhanan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Aziz Kasim Djou mengatakan, proses kontrak pembangunan Dermaga Apung Tembelan sudah selesai beberapa waktu lalu.
“Pekerjaan pembangunan Dermaga Apung Bandara Tembelan digarap oleh CV. Gadjah Mine Perkasa dengan nilai kontrak Rp2,1 miliar,” jelasnya.
Menurutnya, secara fisik pekerjaan di lapangan memang belum terlihat. Namun hampir 90 persen menggunakan sistem cetak atau pabrikasi.
“Saat ini dalam proses pabrikasi. Kita yakin, sebelum 30 Desember 2022 mendatang, Pekerjaan sudah selesai dilakukan kontraktor,” tegasnya.
Ditambahkannya, tujuan pembangunan Dermaga Apung Bandara Tembelan Bintan adalah untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa penerbangan di Bandara Tembelan.
“Secara geografis, Bandara Tembelan tidak berada di main land Tembelan. Namun terpisah, dan harus menyeberang terlebih dahulu,” tutup Aziz Kasim Djou.*





