oleh

Stasiun Kereta Api Padang Panjang, Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO

Medianesia.id, Padang Panjang – Stasiun kereta api Padang Panjang dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1889 yang bertujuan untuk trasnportasi pengangkut batu bara dari Sawahlunto.

Pada masa jayanya, stasiun kereta api Padang Panjang ini merupakan Stasiun terbesar di sumatera barat. Stasiun ini meruapakan percabangan antara kota Padang, Payakumbuh, dan sawahlunto.

Stasiun ini sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 2003 silam, namun bekas-bekas gerbong pengangkut batu bara dari pertambangan Ombilin di Sawahlunto masih tersimpan di tempat ini. Kereta api terakhir yang nonaktif secara reguler pada tahun 2014 adalah kereta api wisata Danau Singkarak.

Walaupun stasiun kereta api ini sudah tidak beroperasi lagi, namun ada cerita yang tinggal dari rel kereta yang unik yaitu rel bergerigi dan jembatan tinggi. Rel bergerigi ini dapat di temui di Padang Panjang, Sawahlunto, dan Ambarawa.

Pemakaian rel bergerigi (tandrad baan) untuk kereta yang beroperasi di daerah pegunungan seperti jalur lembah anai.

penggunaan rel gerigi untuk tanjakan serta jembatan tinggi untuk melintasi lembah. Salah satu jembatan yang terkenal adalah jembatan yang berada di Lembah Anai, bagian bawah jembatan dengan konstruksi beton ini memiliki bentuk setengah lingkaran yang berfungsi sebagai penampang.

Meskipun sudah tidak beroperasi stasiun ini masih sering didatangi para wisatawan lokal karna memiliki spot – spot foto dengan pemandangan alam yang indah.
Dan didukung dengan cerita sejarah stasiun serta sejuknya udara pegunungan di Kota Padang Panjang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *