oleh

Kepri Masih Kekurangan Dokter Spesialis

Medianesia.id, Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau masih mengalami kekurangan dokter spesialis. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga 2023 ini, masih kurang sekitar 102 dokter spesialis.

Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, mengungkapkan kebutuhan dokter spesialis di daerah masih sangat sangat. Terutama, dokter spesialis jantung, paru-paru, hingga radiologi.

“Saat ini, dokter bedah jantung hanya ada 3 orang, padahal kebutuhan kita 7 orang,” ungkapya, kemarin.

Ia menuturkan, seharusnya setiap rumah sakit paling tidak memiliki satu dokter spesialis. Sehingga, layanan kesehatan bisa dilakukan dengan cepat apabila sedang dibutuhkan.

Sementara, kondisi saat ini dokter spesialis yang ada di Kepri masih menerapkan metode substitusi. Dengan memberikan layanan kesehatan bergantian seperti Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.

“Dokter spesialis yang ada saat ini bergantian melakukan praktik di Batam dan Tanjungpinang. Hal itu disebabkan karena kita masih kekurangan,” sebutnya,

Secara aturan, lanjut Bisri, pelayanan kesehatan dengan sistem subtitusi ini masih diperbolehkan. Sebab, satu dokter spesialis memiliki 3 izin praktik, misalnya dua di Batam dan satu di Tanjungpinang atau sebaliknya.

Namun, dengan menerapkan metode tersebut layana kesehatan tidak berjalan maksimal. Karena, akan menyebabkan antrian pasien panjang, dan pelayanan yang cukup lama.

Oleh karena itu, sebagai upaya memenuhi kebutuhan tersebut, Pemprov Kepri secara bertahap telah menyekolahkan sejumlah dokter spesialis ke perguruan tinggi dalam negeri.

Dengan memberikan kemudahan melalui program beasiswa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun secara mandiri

“Di Kepri, yang kuota dokter spesialis lumayan terpenuhi saat ini Kabupaten Karimun. Itu karena sejak dulu pemkab di sana sudah rutin menyekolahkan dokter spesialis,” imbuh Bisri.

Penulis : Ism
Editor : Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *