Medianesia, Batam – Sebuah kafe bernama The Sataf menjadi perhatian netizen setelah dikaitkan dengan kemunculan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Kafe tersebut ramai dibicarakan di media sosial hingga mendapatkan banyak ulasan dari pengguna internet di Google Maps.
Perhatian netizen muncul setelah Netanyahu sempat tidak terlihat di publik selama beberapa hari di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel, Iran, dan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Selama periode tersebut, Netanyahu tidak memberikan keterangan pers, tidak terlihat dalam rapat resmi, serta tidak mengunggah aktivitas baru di media sosial. Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pengguna internet.
Belakangan, sebuah video yang memperlihatkan Netanyahu memberikan pernyataan kepada publik beredar di media sosial.
Namun video tersebut juga memicu perdebatan karena sejumlah netizen menilai terdapat kejanggalan visual yang dianggap sebagai kemungkinan rekayasa digital.
Tidak lama setelah itu, Benjamin Netanyahu kembali terlihat dalam sebuah video yang memperlihatkan dirinya sedang minum kopi di sebuah kafe.
Video tersebut kemudian membuat netizen mencoba menelusuri lokasi tempat pengambilan gambar.
Sejumlah pengguna internet menyimpulkan bahwa lokasi tersebut adalah Kafe The Sataf yang berada di area perbukitan di sekitar Jerusalem. Lokasinya diketahui berada cukup jauh dari Tel Aviv.
Akun Instagram resmi kafe tersebut juga sempat mengunggah foto kunjungan Netanyahu.
Unggahan itu mendapatkan ribuan tanda suka dan ribuan komentar sebelum akhirnya kolom komentar ditutup.
Di kolom komentar, sebagian netizen mempertanyakan keaslian video yang beredar. Ada yang menduga video tersebut merupakan rekaman lama atau hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan.
Di sisi lain, sebagian pengguna internet juga percaya bahwa video tersebut merupakan rekaman terbaru.
Perhatian netizen tidak hanya terjadi di media sosial. Hal yang sama juga terlihat di Google Maps, di mana halaman ulasan kafe tersebut menerima ratusan review baru dalam waktu singkat.
Sejumlah pengguna memberikan penilaian bintang rendah, sehingga rata-rata rating kafe tersebut turun.
Saat dilihat terakhir, terdapat ratusan ulasan dengan nilai rata-rata sekitar 2,3 bintang.(*)
Editor: Brp





