Medianesia, Batam – Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah lokasi di Timur Tengah, termasuk di Dubai, pada Sabtu (28/2/2026), setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel lebih dulu menggempur sejumlah target di wilayah Iran.
BBC News Indonesia melaporkan, Juru bicara Bulan Sabit Merah Iran, Mojtaba Khaledi, menyatakan 201 orang dilaporkan meninggal dunia dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah. Ia menambahkan, 24 dari 31 provinsi di Iran terdampak serangan.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 85 orang tewas setelah serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, wilayah selatan Iran. Laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota, termasuk Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan ibu kota Teheran. Rekaman video yang beredar menunjukkan ledakan terjadi di sekitar kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kepada media AS bahwa Khamenei “masih hidup sejauh yang ia ketahui”.
Kantor Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut dilaporkan menjadi sasaran. Televisi pemerintah Iran menyatakan presiden selamat dan mengecam serangan terhadap sekolah di Minab.
Pernyataan AS dan Israel
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan AS telah memulai “operasi tempur besar-besaran” di Iran.
Dalam pernyataan video, ia menuduh Iran terus mengembangkan program nuklir dan rudal jarak jauh yang mengancam sekutu AS.
Trump juga menyerukan warga Iran untuk “mengambil alih pemerintahan” serta menyatakan anggota pasukan keamanan Iran akan diberi imunitas jika meletakkan senjata.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan operasi dilakukan bersama AS dengan tujuan mengakhiri ancaman dari Iran.
Seorang pejabat militer Israel menyebut gelombang awal serangan menyasar ratusan target, termasuk instalasi militer dan pertemuan pejabat senior Iran.
Perundingan Nuklir Terhenti
Serangan terjadi ketika Iran dan AS masih berada dalam proses diplomatik. Putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung digelar pada 26 Februari di Jenewa, Swiss, namun tidak menghasilkan kesepakatan.
Sebelumnya, lima putaran perundingan pada Mei 2025 juga tidak mencapai kemajuan. Rencana pertemuan lanjutan pada Juni 2025 dibatalkan setelah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Israel.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pihaknya mengetahui adanya rencana serangan, tetapi tetap melanjutkan proses negosiasi hingga eskalasi terbaru terjadi.
Respons Iran di Kawasan
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah titik di Timur Tengah.
Di Dubai, ledakan dilaporkan terjadi di Hotel Fairmont The Palm, kawasan Palm Jumeirah. Otoritas setempat menyatakan empat orang mengalami luka. Uni Emirat Arab menyebut berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone.
Ledakan juga dilaporkan di Doha, Qatar, yang diduga menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid. Di Bahrain, pangkalan Angkatan Laut AS dilaporkan menjadi sasaran rudal.
Kuwait melaporkan satu drone yang menargetkan bandara internasional menyebabkan cedera ringan dan kerusakan terbatas.
Yordania menyatakan berhasil menembak jatuh dua rudal balistik yang melintas di wilayah udaranya.
Israel juga melaporkan sirene serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah setelah peluncuran rudal dari Iran.
Kantor berita Tasnim melaporkan Selat Hormuz akan ditutup. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak global, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melintasinya.
Sikap Indonesia
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan menyesalkan eskalasi militer yang terjadi dan menyerukan semua pihak menahan diri serta mengedepankan dialog.
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog jika disetujui kedua belah pihak. Presiden Prabowo Subianto disebut bersedia melakukan mediasi langsung ke Teheran.
Kemlu turut mengimbau warga negara Indonesia di wilayah terdampak untuk tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.(*)
Editor: Brp





