Genjot PAD, Sekda Batam Minta Layanan Publik Lebih Adaptif

Genjot PAD, Sekda Batam Minta Layanan Publik Lebih Adaptif
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah meminta peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat kapasitas aparatur. Foto: Diskominfo Batam.

Medianesia, Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah meminta peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat kapasitas aparatur.

Upaya ini dilakukan agar layanan yang diberikan ke masyarakat makin relevan dengan kebutuhan saat ini.

Baca juga: Transfer Pusat Turun, Kepri Cari Cara Atasi Defisit Anggaran

Hal tersebut disampaikan Firmansyah saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik, Rabu (22/4/2026), di Kantor Wali Kota Batam.

Bimtek ini jadi salah satu langkah untuk memperbaiki tata kelola pelayanan publik agar lebih adaptif, terukur, dan punya dampak langsung.

Lewat kegiatan ini, aparatur diharapkan bisa menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru di Kepri dan Batam, Ada Kenaikan Signifikan

Firmansyah menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan cerminan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah menjaga konsistensi dalam menerapkan standar pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Ketika kualitas pelayanan meningkat, kepercayaan publik juga akan tumbuh. Dampaknya berantai, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi hingga optimalisasi potensi daerah yang bermuara pada kenaikan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ujar Sekda Batam.

Baca juga: Pemko Batam Evaluasi Pendapatan Daerah, Target 2027 Capai Rp5,2 Triliun

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir aparatur.

Tidak hanya sekadar menjalankan tugas administrasi, tapi juga menghadirkan pengalaman layanan yang memberi nilai bagi masyarakat.

“Pelayanan publik tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga harus memberikan kesan. Setiap interaksi adalah kesempatan membangun kepercayaan, yang menjadi fondasi kemajuan daerah,” imbuhnya.

Baca juga: Kinerja Pemko Batam Moncer, Investasi Tembus Rp69,3 Triliun

Selain itu, seluruh perangkat daerah juga diajak untuk menjadikan evaluasi sebagai bagian dari budaya kerja.

Pengambilan kebijakan diharapkan berbasis data dan indikator kinerja, sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga jadi ruang kolaborasi antarperangkat daerah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor.

Baca juga: Pemko Batam Gandeng Swasta, Pasar Induk Jodoh Segera Dibangun

Dengan pemantauan dan evaluasi yang terstruktur, setiap unit layanan diharapkan mampu terus melakukan perbaikan dan menghadirkan inovasi yang relevan.

Di sisi lain, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam juga menunjukkan tren positif.

Sepanjang 2025, PAD Batam tumbuh 32 persen menjadi Rp2,36 triliun, dari sebelumnya Rp1,78 triliun pada 2024.

Baca juga: Investasi Rp82 Triliun Masuk Batam, Industri Semikonduktor Dibangun di Galang

Kenaikan tersebut turut mendorong total pendapatan daerah dari Rp3,7 triliun menjadi Rp4,29 triliun di tahun yang sama.

Ke depan, pada 2027, target pendapatan daerah Batam diproyeksikan mencapai Rp5,2 triliun.

Target ini dinilai bisa tercapai jika seluruh organisasi perangkat daerah mampu mengoptimalkan potensi PAD.

Beberapa sektor yang dinilai punya potensi besar antara lain pengelolaan retribusi sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup, pendapatan parkir oleh Dinas Perhubungan, serta peningkatan layanan kesehatan melalui RSUD.(*)

Editor: Brp

Pos terkait