Medianesia.id, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayah Tanjungpinang, meskipun virus influenza tersebut telah dilaporkan menyebar di sejumlah provinsi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat 62 kasus Super Flu secara nasional hingga akhir Desember 2025.
Meski demikian, virus tersebut dinilai tidak tergolong berbahaya karena tingkat fatalitasnya relatif rendah.
Baca juga: Awal 2026, Harga Beras dan Gula di Tanjungpinang Naik
“Meski fatality rate secara nasional rendah, pemantauan tetap kami lakukan,” ujar Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, Senin, 5 Januari 2026.
Rustam menjelaskan, pola penularan Super Flu serupa dengan influenza pada umumnya, yakni melalui droplet atau kontak langsung.
Namun, anak-anak dan kelompok rentan seperti lansia disebut memiliki risiko penularan yang lebih cepat.
Baca juga: Mustava Resmi Pimpin Kadin Kepri 2026–2031, Terpilih Aklamasi
“Gejalanya mirip flu biasa, hanya saja pada anak-anak dan kelompok rentan, penyebarannya bisa lebih cepat,” jelasnya.
Hingga kini, Dinkes Tanjungpinang mengaku belum menerima petunjuk teknis khusus terkait penanganan Super Flu.
Kendati demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat penyakit ini tergolong baru.
Baca juga: Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Keluhkan Kondisi Jalan Cendrawasih Tanjungpinang
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat agar tidak mudah terpapar penyakit.
“Olahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi dan berserat, serta istirahat yang cukup sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





