Disinggung data Dinkes Bintan dengan data RSUD Bintan terkait kasus DBD terjadi perbedaan. dr Bambang mengakui terjadi perbedaan.
Data Dinkes Bintan itu dihitung secara global kasus yang terjadi di daerah sementara data RSUD Bintan bedasarkan pasien yang ditangani.
“Kalau Dinkes Bintan menyatakan 12 kasus di Bintan Timur kalau kita 10 kasus. Mungkin 2 kasus lagi tidak ditangani di RSUD melainkan dirujuk ke RSUP Kepri di Kota Tanjungpinang,” jelasnya.
Mantan Kabid Yankes Rujukan Dinkes Bintan ini berharap kasus DBD dari November-Desember tidak terjadi penambahan. Tentunya hal itu dapat terjadi jika masyarakat menerapkan gaya hidup sehat.
“Jaga kebersihan lingkungan apalagi sekarang musim hujan. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” ucapnya. (Ism)
Editor : Brp





