Mengalir Darah Veteran Perang
Widiastadi Nugroho lahir di Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) pada 19 Oktober 1966 lalu. Ia terlahir sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan Toeti Rahayu dan M. Ayatiman.
Orang tuanya adalah seorang polisi yang pernah ikut berjuang melawan penjajahan belanda dalam sebuah pertempuran yang dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949.
Meskipun lahir di Kebumen, namun ia menghasbiskan masa kecilnya Kota Cilacap Jawa Tengah. Karena orang tuanya pernah bertugas sebagai Kapolres disana.
Saat remaja, ia lalui di Kota Yogyakarta dan bersekolah di SMA Bopkri Satu. Kemudian setelah lulus, ia mengambil kuliah di Universitas Pembangunan Veteran Fakultas Teknik Perminyakan lalu melanjutkannya dengan mengambil ilmu di bidang Geothermal / Panas Bumi.
Ketua KBPP Polri Provinsi Kepri ini mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting Farida Tri Budiarti, yang merupakan teman satu sekolahnya saat duduk di bangku SMA.
Buah cinta mereka kemudian melahirkan dua orang puteri bernama Kendida Eka Puspita dan Tamara Oktariva. Kedua anaknya tersebut saat ini sudah sama-sama menyandang gelar Sarjana Teknik sama seperti orang tuanya.
Dari anak-anaknya, ia telah memiliki tiga orang cucu bernama M. Radjendra Karkasa Rahma P, Naima Ratri Ardhanamesvari dan Nusaybah Fateema.(*)
Editor : Ags





