Dwi Ajeng Sekar Respaty : Empat Pilar Sebagai Kompas Karakter Digital 

Dwi Ajeng
Senator DPD RI Dapil Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty menyerahkan cinderamata ke pelajar SMP Negeri 10 Batam, Kamis (11/12). F. Istimewa

Medianesia.id, Batam-Anggota DPD RI Komite IV sekaligus Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H., M.Kn., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMK Negeri 10 Batam, Kamis (11/12).

Dengan fokus baru mengaitkan pendidikan karakter kebangsaan dengan keterampilan vokasi dan kesiapan enterpreneurship bagi siswa SMK Negeri 10 Kota Batam.

Kegiatan ini digelar dengan mengusung tema “Empat Pilar untuk Generasi Digital: Membangun Karakter Pelajar Batam di Era Transformasi Teknologi.”

Acara ini mengambil pendekatan berbeda, bukan sekadar pengulangan materi konstitusional, melainkan praktik penerapan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman etika profesional, literasi digital, dan kultur kerja produktif di lingkungan SMK.

Materi detail yang dipaparkan tim narasumber menekankan hubungan langsung antara nilai kebangsaan dan kemampuan bersaing tenaga terampil Indonesia di panggung global.

Dalam sambutannya, Dwi Ajeng Sekar Respaty menegaskan bahwa pelajar SMK, khususnya di Batam sebagai kota industri dan teknologi, memiliki posisi strategis dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan transformasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter kebangsaan yang kuat agar generasi muda tidak kehilangan arah.

“SMK bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga karakter yang menjaga integritas, etika, dan tanggung jawab sosial di tempat kerja. Empat Pilar adalah kompas moral yang harus ikut dibangun bersamaan dengan kompetensi vokasional,” ujarnya di hadapan siswa-siswi SMKN 10 Batam.

Sosialiasi empat pilar
Dwi Ajeng Respaty foto bersama pelajar SMP Negeri 10 Batam usai kegiatan sosialiasi empat pilar, Kamis (11/12). F. Istimewa

Materi sosialisasi disampaikan secara mendalam oleh Khairul Riza, S.H., M.H., akademisi dan praktisi hukum Kota Batam. Dalam paparannya, ia mengaitkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan tantangan nyata pelajar di ruang digital, seperti cyberbullying, misinformasi, dan kecanduan gawai.

Sementara itu, Kepala SMKN 10 Batam, Herlina Dwi Kurnia, S.E., M.M., menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai sosialisasi Empat Pilar sangat relevan bagi sekolah vokasi.

“Sebagai sekolah yang menyiapkan tenaga terampil, kami membutuhkan pendekatan karakter yang konkret, yaitu agar lulusan tidak hanya andal di mesin atau software, tetapi juga beretika, disiplin, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi sinyal penting bagi ekosistem Batam: menguatnya sinergi antara lembaga negara, sekolah vokasi, dan pelaku industri akan mempercepat kelahiran tenaga kerja yang siap pakai dan beretika.

Dengan posisi strategis Batam sebagai kota industri dan gerbang internasional, penguatan nilai kebangsaan yang relevan dengan dunia kerja menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing regional. Dukungan para pemangku kepentingan diharapkan berlanjut ke program magang terstruktur, kurikulum berbasis industri, dan pelatihan kewirausahaan bagi siswa SMK.

Sebagai penutup, Dwi Ajeng mengajak seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, dunia usaha, dan pemerintah daerah , untuk menjadikan program ini model replikasi.

“Jika karakter dan kompetensi dibangun bersama, lulusan SMK Batam tidak hanya akan terserap bekerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja dan duta nilai Pancasila dalam praktik profesional,” tutupnya.(*)

Editor : Agus

 

Pos terkait