Medianesia.id, Batam – Senator Komite IV DPD RI dari pemilihan Provinsi Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty terus berupaya memperkuat kareakter generasi muda melalui Empat Pilar MPR RI.
Hal ini disampaikarnnya dalam kegiatan Empat Pilar MPR RI di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Batam, Jumat (12/12) lalu. Kegiatan bertajuk “Empat Pilar untuk Generasi Digital: Membangun Karakter Pelajar Batam di Era Transformasi Teknologi”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan lembaga negara untuk memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan pelajar dalam konteks perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat.
Dalam sambutannya, Dwi Ajeng menekankan bahwa Empat Pilar bukan sekadar materi formal, melainkan fondasi moral dan konstitusional yang sangat penting bagi pelajar madrasah.
Karena pelajar saat ini, hidup di tengah derasnya arus digital dan globalisasi, terutama dalam menghadapi tantangan dunia digital seperti berita bohong, ujaran kebencian, dan polarisasi online.
“Empat Pilar ini bukan hanya konsep dasar kenegaraan, tetapi penuntun moral agar kalian bijak dalam ber-media sosial. Teknologi tidak boleh menggerus jati diri. Justru harus menjadi alat untuk memperkuat iman, akhlak, toleransi, dan cinta tanah air,” ujarnya di hadapan guru dan siswa MAN 2 Batam.
Sebagai pemateri utama, narasumber akademisi Khairul Riza, memaparkan relevansi etika digital dengan nilai-nilai kebangsaan. Dalam paparannya Khairul menekankan bagaimana Empat Pilar MPR RI dapat diterapkan dalam kehidupan digital sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya literasi digital, berpikir kritis terhadap informasi, serta menjadikan Pancasila sebagai filter sebelum mengunggah atau membagikan konten di media sosial.
Kepala MAN 2 Kota Batam, Ernawati, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen madrasah untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dengan kompetensi digital peserta didik.

“Kami bangga menjadi tuan rumah sosialisasi ini. Program seperti ini vital untuk membentuk pelajar yang berintegritas, kreatif, dan bertanggung jawab di dunia digital,” kata Ernawati
Kegiatan ini berlangsung di tengah karakter Batam sebagai kota yang dinamis dan multi-kultural, sehingga kebutuhan akan pendidikan toleransi dan literasi digital menjadi sangat mendesak.
Para peserta yang terdiri dari guru dan siswa MAN 2 Batam, diajak berdiskusi aktif, melakukan studi kasus tentang penyebaran informasi, serta mendapat contoh praktis untuk menjadi pengguna media digital yang kritis dan bertanggung jawab. Langkah ini sejalan dengan upaya DPD/MPR RI untuk memperkuat nilai kebangsaan di daerah.
Menutup rangkaian, Dwi Ajeng menitipkan pesan agar kemajuan teknologi tidak mengikis jati diri bangsa, “Majunya teknologi tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri sebagai bangsa.
Sebaliknya, teknologi harus memperkuat karakter, persatuan, dan kecintaan kepada tanah air.” Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat karakter generasi digital di Batam dan akan dilanjutkan dengan program-program pendampingan pada tingkat sekolah-sekolah lain di Provinsi Kepri.(*)
Editor : Agus





