PPDB Kepri Berakhir Kisruh, Ini Penegasan Kadisdik Kepri

Tahun Ini, SMA Negeri 3 Mulai Dipindah ke Tanjungpinang Timur
SMA Negeri 3 Tanjungpinang merupakan salah satu sekolah yang sepi peminat pada PPDB TA 2023/2024 ini. Foto : J.A.Rahim

medianesia.id, Tanjungpinang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2023/2024 di wilayah Provinsi Kepri berakhir kisruh

Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisidik) Provinsi Kepri, Andi Agung akhirnya buka suara apa yang menjadi penyebab PPDB Kepri bermasalah. 

“Persoalannya masih banyaknya calon anak didik tingkat SLTA yang belum tertampung dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023,” ujar Andi Agung, Minggu (16/7/2023)

Menurutnya, Pemprov Kepri masih terus mencarikan jalan keluar bagi mengatasi masalah ini. Karena sejak awal, persoalan ini sudah menjadi atensi Gubernur Kepri sebelum dibukanya PPDB. 

“Tidak dipungkiri, semua orang tua murid ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang dianggap favorit dan berkualitas,” tegasnya. 

Akibatnya, banyak terjadi penumpukan calon anak didik baru di satu sekolah, sementara di sekolah lainnya justru kekurangan anak didik. 

“Ini yang menjadi atensi Gubernur sejak awal. Gubernur juga sudah perintahkan agar persoalan PPDB 2023 ini diperhatikan secara serius,” tegasnya lagi.

Gubernur minta agar dalam PPDB 2023 tidak terjadi penumpukkan calon anak didik baru di satu sekolah saja 

Penggunaan sistem online merupakan kebijakan yang sebenarnya cukup efektif dalam penerimaan murid baru. 

Karena dalam sistem online tersebut dari persoalan nilai dan zonasi bisa diketahui, calon anak didik baru harus sekolah dimana. 

Andi menegaskan bahwa semua sekolah adalah sama kualitasnya. Sehingga tidak perlu para calon peserta didik dan para orang tua yang menganggap anaknya pintar. 

Sehingga memaksanakan kehendak untuk masuk di sekolah yang dianggap lebih berkualitas dan favorit yang isinya anak-anak pintar. 

“Dengan pendaftaran sekolah sistem zonasi yang diatur secara online ini tujuannya agar murid bisa menyebar ke semua sekolah dan tidak menumpuk disatu sekolah saja,” paparnya. 

Menurutnya, semua pihak harus menyamakan persepsi dulu, bahwa semua sekolah itu bagus. Dan ini adalah bagian dari upaya Pemprov Kepri menyamaratakan kualitas pendidikan di Kepri. 

Saat ini, Pemprov Kepri sedang terus melakukan peningkatan kualitas sekolah-sekolah yang dianggap masih belum memenuhi standart yang diinginkan oleh masyarakat. 

Upaya tersebut dilakukan dengan distribusi tenaga pendidik yang berkualitas secara merata di semua sekolah yang menjadi tanggungjawab Pemprov Kepri. 

Pemenuhan infrastruktur dan pra sarana sekolah yang dibutuhkan serta peningkatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik secara berkelanjutan. 

Dengan program ini diharapkan nantinya semua sekolah SLTA mempunyai kualitas yang sama sehingga tidak terjadi lagi penumpukan anak didik baru di satu sekolah saja. 

Kebijakan Pemprov Kepri menyangkut sekolah SLTA sudah sangat banyak dan  massif. Mulai dari pembangunan sekolah baru, penambahan ruang kelas baru.

Selain itu ada juga subsidi SPP bagi siswa kurang mampu sebanyak 5.220 siswa di 93 sekolah dengan total anggaran Rp 3.132.000.000, pemberian biaya transportasi bagi 11.552 siswa yang berada di kawasan hinterland  di 104 sekolah.

Adapun total anggaran Rp 9 miliar, pemberian bantuan biaya bagi 1000 anak didik baru yang tidak mampu di 93 sekolah dengan total anggaran Rp 3 miliar.

Selanjutnya, ada juga program lainnya merupakan bukti tentang betapa besarnya perhatian Gubernur Kepulauan Riau terhadap dunia pendidikan. 

Editor : Ags

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *