Posisi Tidur Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan

ilustrasi tidur berbaring

Posisi tidur ternyata bisa memengaruhi kesehatan. Hal ini bisa terjadi jika saat terbangun dengan tengkuk pegal atau seluruh persendian kaku, bisa jadi saat terlelap dalam posisi yang menyiksa sendi.

Maka, direktur Sleep to Live Institute, Robert Oexman, perlu mencoba beberapa posisi tidur terbaik dan menghindari posisi yang bisa membahayakan kesehatan. Berikut, ada posisi tidur yang biasa dilakukan. Ada untung ruginya, tergantung dengan gangguan penyakit yang dimiliki.

Pertama, yaitu tengkurap. Ketika sepanjang malam tidur dengan posisi seperti ini, leher bisa kaku karena harus menoleh ke salah satu sisi selama berjam-jam. Posisi leher dan tulang belakang yang tidak lurus, akan membuat saraf jadi kebas.

Kedua, yaitu posisi telentang. Bagi orang yang sering mengorok, gangguan sleep apnea, dan gangguan heartburn posisi ini bisa menyebabkan banyak masalah. Posisi deep sleep dimana seluruh anggota mulut dalam posisi rileks, lidah akan mengunci tenggorokan dan memicu dengkuran keras.

Selain itu, posisi ini juga berbahaya bagi mereka yang kerap terkena heartburn. Terlebih jika menjelang tidur juga mengonsumsi makanan.

Ketiga, yakni tidur miring. Posisi ini bisa mengurangi sleep apnea dan mendengkur namun jika terlalu lama bisa memperparah gangguan nyeri pada pundak atau pinggul.

Keempat, yaitu posisi tengkurap dengan tangan menyangga kepala. Posisi seperti ini baiknya tidak dibiarkan selama berjam-jam. Tangan yang terlipat dan menjadi tumpuan kepala dalam waktu lama bisa membuat saraf di lengan terganggu.

Terakhir, yakni posisi terlelap dengan rahang yang mengunci rapat. Kesehatan gigi, gusi, dan tulang rahang bisa terganggu. Maka, jika memiliki riwayat gangguan di gigi, hendaknya lebih waspada menjelang tertidur. (*)