IHSG Turun Tajam Sebulan Terakhir, Menkeu Purbaya Yakin Bisa Tembus 10.000

IHSG Turun Tajam Sebulan Terakhir, Menkeu Purbaya Yakin Bisa Tembus 10.000
Ilustras. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Foto: Pexels.

Medianesia, Batam – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang untuk kembali menguat.

Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap stabil meskipun pasar saham mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

“Pelaku pasar tidak terlalu khawatir terhadap penurunan IHSG yang terjadi belakangan ini,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen, Pemerintah Siapkan Efisiensi Anggaran

Purbaya menilai pergerakan pasar saham masih dipengaruhi oleh dinamika jangka pendek.

Berdasarkan data RTI, IHSG pada perdagangan Senin (16/3/2026) ditutup di level 7.022,28 atau turun 114,92 poin atau sekitar 1,61 persen.

Dalam sepekan terakhir indeks tercatat melemah sekitar 4,29 persen, sedangkan dalam satu bulan terakhir turun sekitar 15,04 persen.

Baca juga: Sempat Kosong, 75 Ribu Dus Minyakita Masuk ke Tanjungpinang

Purbaya menilai data ekonomi yang lebih lengkap baru akan terlihat setelah rilis laporan triwulan pertama dan kedua tahun ini.

Ia meyakini indikator ekonomi tersebut akan menunjukkan perbaikan sehingga berpotensi mendorong penguatan pasar saham.

“IHSG masih berpeluang mencapai level 10.000 jika tren perbaikan ekonomi terus berlanjut. Target tersebut diperkirakan dapat tercapai pada akhir tahun 2026,” katanya.

Baca juga: Bazar Ramadan Kogabwilhan I di Tanjungpinang, Warga Bisa Dapat Sembako Rp10 Ribu

Ia juga menilai kondisi ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang cukup baik dibandingkan sejumlah negara lain. Stabilitas fiskal dan pengalaman menghadapi berbagai gejolak global, termasuk kenaikan harga minyak dunia, dinilai menjadi faktor pendukung.

Dengan kondisi defisit fiskal yang tetap terjaga, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih dapat dipertahankan.

Meski demikian, Purbaya mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati dalam memilih saham.

Baca juga: Emak-Emak Serbu Pasar Murah di Tanjung Uban

Ia menyarankan investor lebih fokus pada saham dengan fundamental yang baik dan menghindari saham spekulatif atau yang sering disebut saham gorengan.

“Volatilitas pasar saham (IHSG) merupakan hal yang wajar dalam siklus pasar, sehingga investor perlu mempertimbangkan faktor fundamental sebelum mengambil keputusan investasi,” jelas Menkeu Purbaya.(*)

Editor: Brp

Pos terkait