Medianesia, Tanjungpinang – Delapan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil lolos seleksi awal kurasi nasional dalam Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026.
Program tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Adapun TBM yang lolos seleksi awal berasal dari berbagai daerah di Kepri, yakni Taman Baca Ribka Ricci Marina Batam, TBM Abiyasa Bengkong Batam, TBM Sayang Anak Batam, TBM Berkah Ilmu Cendekia Batam, Komunitas Mutiara Tanjungpinang, Rumah Literasi Cik Puan Karimun, Rumah Baca Enisa Murof Natuna, serta TBM Pesona Ilmu Anambas.
Baca juga: Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen, Pemprov Kepri Kaji Peluang Pengecualian ke Pusat
Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepri, Harken, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif dan komitmen panjang dalam membangun budaya literasi di masyarakat.
“Ini adalah hasil dari kerja kolektif, konsistensi, dan komitmen panjang dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, dari total sekitar 132 TBM yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri, hanya delapan yang berhasil lolos tahap awal kurasi nasional tersebut.
Baca juga: Wagub Nyanyang: Kebijakan Pariwisata Kepri Harus Adaptif Hadapi Geopolitik Global
Harken menilai, capaian ini menjadi indikator bahwa gerakan literasi di Kepri mulai berkembang secara progresif dan adaptif.
Ia menegaskan, TBM kini tidak lagi sekadar ruang membaca, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
“TBM hadir sebagai ruang tumbuh, tempat anak-anak belajar dan masyarakat berdaya. Ini kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia berbasis literasi,” jelasnya.
Baca juga: 44 Jemaah Haji Bintan Berangkat ke Madinah
Ia juga menyoroti karakter wilayah Kepulauan Riau yang berbasis kepulauan dengan kekayaan budaya yang kuat, sehingga mendorong TBM untuk mengembangkan pendekatan literasi berbasis kebudayaan lokal.
Meski demikian, pengelolaan TBM di Kepri masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan sumber daya dan kapasitas pengelola.
Ke depan, Forum TBM Kepri berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pengelola serta mendorong inovasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Mantan Kades Sanglar Karimun Didakwa Korupsi Dana Desa Rp277 Juta
“Kita ingin TBM naik kelas menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara TBM, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta sektor swasta guna memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan.
“Semoga TBM di Kepulauan Riau semakin kuat, berdaya saing, dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari daerah,” pungkasnya.(Mhd)
Baca juga: Pemko Batam Fokus Benahi Sampah Pasar, Libatkan ASPARINDO
Editor: Brp





