Medianesia, Batam – Perubahan pola konsumsi media masyarakat berdampak langsung pada pergeseran besar dalam industri periklanan. Saat ini, belanja iklan semakin terfokus pada platform digital, seiring meningkatnya penggunaan perangkat mobile dan media sosial.
Berdasarkan laporan Digital 2026 yang dirilis oleh We Are Social pada Oktober 2025, total belanja iklan nasional mencapai 6,97 miliar dolar Amerika Serikat.
Dari jumlah tersebut, sekitar 52 persen atau setara 3,64 miliar dolar AS dialokasikan untuk platform digital.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Anggaran MBG dan Kopdes Tidak Dipangkas
Data tersebut menunjukkan bahwa media digital telah menjadi saluran utama dalam strategi pemasaran, menggantikan peran media konvensional seperti cetak dan reklame luar ruang.
Laporan yang sama mencatat bahwa pertumbuhan paling signifikan terjadi pada sektor iklan media sosial, dengan kenaikan sebesar 11,3 persen.
Hal ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin aktif berinteraksi melalui konten digital, termasuk video dan platform interaktif.
Baca juga: Emas Dunia Melemah, Analis Prediksi Harga Masih di Bawah Rp3 Juta
Selain itu, anggaran pemasaran untuk kolaborasi dengan pembuat konten atau influencer juga meningkat sebesar 14,4 persen.
Perusahaan dinilai semakin memanfaatkan pendekatan personal melalui konten kreator untuk menjangkau audiens secara lebih efektif.
Tren ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global. Data proyeksi dari Statista pada 2025 menunjukkan bahwa belanja iklan digital dunia telah mencapai 1,16 triliun dolar AS dan mendominasi lebih dari separuh total belanja iklan global.
Baca juga: Pemko Batam Gandeng Swasta, Pasar Induk Jodoh Segera Dibangun
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi digital turut didukung oleh meningkatnya transaksi daring.
Kajian dari Universitas Bina Nusantara pada November 2024 mencatat nilai transaksi konsumen online di Indonesia telah mencapai Rp572 triliun dan diperkirakan terus meningkat.
Perkembangan ini menandai perubahan strategi pemasaran yang semakin berorientasi pada platform digital.
Baca juga: Pemko Tanjungpinang Pinjam Rp30 Miliar ke BRK Syariah untuk Bayar THR ASN
Pelaku usaha didorong untuk menyesuaikan pendekatan promosi agar tetap relevan dengan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui perangkat digital.
Media digital menjadi salah satu kanal utama dalam menjangkau pasar, sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan bisnis di era ekonomi berbasis teknologi.(*)
Editor: Brp





