Medianesia.id, Tanjungpinang – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang resmi kembali menyandang status internasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025.
Sebelumnya, pada 2023 dan 2024, pemerintah pusat menurunkan status RHF menjadi domestik. Kini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat mempersiapkan operasional penerbangan internasional reguler.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyebut keputusan ini sebagai momentum penting bagi sektor pariwisata Kepri.
“Kita ini kawasan pariwisata. Semakin banyak bandara berstatus internasional, semakin besar peluang wisatawan mancanegara datang tanpa harus transit di Batam atau Singapura. Status ini jangan sampai kembali diturunkan,” tegasnya, Rabu, 13 Agustus 2025.
Ansar mengungkapkan, Pemprov Kepri tengah mengupayakan pembebasan visa untuk tiga negara prioritas, yakni, Tiongkok, Korea, dan India.
“Prospek tercepat adalah Tiongkok, karena hubungan kita sangat baik. Kalau mereka bebas visa ke kita, seharusnya kita juga memberi perlakuan yang sama,” jelasnya.
Ia juga mendorong maskapai membuka rute internasional reguler dan charter, dengan mempertimbangkan potensi wisatawan yang selama ini transit di Singapura atau Batam.
“Kita ingin penerbangan reguler internasional. Semua fasilitas akan kita rawat, promosi diperkuat, dan event internasional digelar di Tanjungpinang. Batam sudah autopilot, sekarang Tanjungpinang dan Bintan yang kita dorong,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara RHF, Agung Brahmantyo, menyebut kapasitas terminal mencapai 1 juta penumpang per tahun, namun pada 2024 baru terisi 264 ribu penumpang.
“Kami siap reaktivasi fasilitas internasional, termasuk counter imigrasi, bea cukai, dan karantina. Sertifikat bandar udara juga akan diubah kembali menjadi internasional,” jelasnya.
Dukungan serupa datang dari Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina yang siap memutakhirkan fasilitas dan layanan. Sementara Bintan Resort Cakrawala (BRC), Garuda Indonesia, dan ASITA Kepri menyiapkan strategi pemasaran global untuk mendatangkan wisatawan.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Asisten Perekonomian Pemkab Bintan Mohammad Panca Azdigoena juga menegaskan dukungan penuh. Keduanya optimistis, status internasional akan mempermudah mobilitas wisatawan dan tenaga kerja, sekaligus mendorong penyelenggaraan event berskala dunia di Kepri.(*)
Editor: Brp





