Ancam Mata Pencaharian, Nelayan Pulau Numbing Tolak Tambang Pasir Laut

tambang pasir laut numbing
Perwakilan warga nelayan Pulau Numbing, Bintan, saat mengadu ke DPRD Kepri di Tanjungpinang, Senin, 30 Maret 2026. Foto: Ismail

Medianesia, Bintan – Nelayan di Pulau Numbing, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana aktivitas tambang pasir laut atau sedimentasi di perairan sekitar pulau tersebut.

Penolakan itu disampaikan langsung oleh perwakilan warga saat mengadu ke DPRD Kepri di Tanjungpinang, Senin, 30 Maret 2026.

Baca juga: Nelayan Rumpon Natuna Resah, Wilayah Rumpon Dikuasai Kapal Lengkong

Mereka mendesak digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) yang melibatkan DPRD, masyarakat nelayan, serta pihak perusahaan.

Salah satu perwakilan warga, Rudy, mengatakan rencana sedimentasi pasir laut berpotensi mengancam mata pencaharian nelayan yang selama ini bergantung pada kondisi laut yang jernih.

“Kita datang untuk meminta RDP antara DPRD dengan warga hingga perusahaan yang akan melakukan sedimentasi,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Nelayan Pulau Pangkil Terima E-Pass dan Jaket Pelampung, Ini Keuntungannya

Rudy menjelaskan, mayoritas nelayan di Pulau Numbing mencari ikan di perairan yang masih relatif bersih.

Aktivitas sedimentasi dikhawatirkan akan merusak ekosistem laut, mengeruhkan air, hingga menghilangkan sumber tangkapan.

Ia juga mengungkapkan, terdapat belasan perusahaan yang disebut-sebut akan melakukan kegiatan sedimentasi di wilayah tersebut. Namun, kejelasan perizinan masih dipertanyakan.

Baca juga: Pembangunan 7 Kampung Nelayan Merah Putih Tanjungpinang Diusulkan ke KKP

“Kita sudah cari informasi, ada beberapa yang memiliki AMDAL. Kita minta ditunjukkan, perusahaan tidak memberikan,” tambahnya.

Selain itu, proses konsultasi publik yang dilakukan perusahaan dinilai tidak melibatkan nelayan sebagai pihak terdampak langsung.

“Yang dilibatkan justru warga yang bukan nelayan. Padahal ini menyangkut tempat mereka mencari nafkah,” tegasnya.

Baca juga: Gubernur Pastikan Pembangunan Estuari DAM Bintan Tak Rugikan Nelayan

Warga lainnya, Sindi, menyebut saat ini sudah terdapat kapal yang diduga pengangkut pasir yang berlabuh di sekitar Pulau Numbing.

Bahkan, menurutnya, pihak perusahaan telah melakukan pengambilan sampel pasir di perairan tersebut.

Ia mengklaim aktivitas tersebut telah merusak jaring ikan milik nelayan setempat.

Baca juga: Nelayan Hilang di Perairan Berakit, Bintan Ditemukan Selamat

“Bahkan hasil sampelnya kita tidak tahu. Ada perwakilan warga yang ikut, katanya pasirnya mengandung timah,” ungkapnya.

Menanggapi aduan tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, menyatakan pihaknya akan segera menjadwalkan RDP dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Karena ada nelayan yang menolak, jadi mereka mengadu. RDP akan kita libatkan semua pihak,” pungkasnya.(Mhd)

Baca juga: Nelayan Kepri Tolak Tambang Pasir Laut dan Kebijakan Batas Tangkapan

Editor: Brp

Pos terkait