Medianesia.id, Karimun–Satu dari enam nama yang menghiasi utusan dari Bumi Berazam, Karimun di DPRD Provinsi Kepri ada nama Januar Robert Silalahi politisi kawakan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P).
“Terpilhnya saya sebagai utusan rakyat di panggung legislasi ini adalah amanah. Jadi harus memberikan yang terbaik,” ucapnya belum lama ini.
Pria kelahiran Tanjung Balai Karimun 53 tahun silam tersebut menceritakan, saat ini duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri. Di bidang ini, ia akan bergelut dengan persoala-persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja.
“Tentu, ini adalah bidang yang strategis. Apalagi untuk Kabupaten Karimun, sektor pendidikan masih perlu mendapatkan prioritas,” tegasnya.
Diinternal PDI Perjuangan, pria yang murah senyum ini, dipercaya sebagai bendahara organiasi sayap partai, Badan Penanggulangan Bencana.
“Lewat program aspirasi, mimpi saya adalah ingin mewujudkan pembangunan lima sekolah di wilayah Kabupaten Karimun,” tegasnya.
Menurutnya, membangun Kabupaten Karimun tentunya memiliki tantangan tersendiri. Apalagi persoalan rentang kendali menjadi rintangan yang harus dilewati.

“Saya menjadikan SMK Negeri 1 Batam sebagai salah satu tolok ukuranya. Sehingga berharap, ada SMK di Karimun yang levelnya bisa mendekati itu,” harapnya.
Pemegang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Karimun ini, turut mengutarakan, meskipun sektor pendidikan menjadi atensinya. Namun bidang kesehatan juga tetap bagian prioritas dalam program kerjanya sebagai wakil rakyat.
“Menjadi wakil rakyat memang kita punya program lewat aspirasi, tetapi sifatnya terbatas. Namun kebutuhan pembangunan yang memerlukan anggaran besar, tetapi sangat diperlukan akan diperjuangkan ke Pemprov Kepri,” ungkapnya.
Jemput Beragam Aspirasi Masyarakat
Meskipun priode ini adalah yang pertama baginya mewakili masyarakat Kabupaten Karimun di DPRD Provinsi Kepri. Namun yang namanya menjemput aspirasi dilakukan kapan saja.
“Diluar itu, ada agenda resmi untuk berdiskusi dan mendengarkan harapan-harapan masyarakat di wilayah Karimun, yakni melalui reses,” ujarnya.
Disebutkannya, dalam satu tahun kerja, DPRD Provinsi Kepri memberikan ruang untuk reses sebanyak tiga kali. Kemudian hasil reses ini, diperjuangkan dalam rapat kerja DPRD Kepri.
“Pada tahap ini, kita menentukan mana yang sekala prioritas atau yang diutamakan. Artinya, meskipun banyak, harapan masyarakat yang diakomodir adalah berkaitan dengan dampak dan sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam agenda reses beberapa waktu lalu ia berupaya untuk turut ke semua kecamatan yang ada di Karimun. Namun karena terbatas waktu, belum semua terjangkau.
”Meskipun demikian, aspirasi-aspirasi masyarakat yang belum tertampung dalam pertemuan reses, tetapi dicatat dalam program kerja,” tegasnya lagi.
Pria yang pernah bergelut di bidang propertindo ini, menambahkan, sasaran program aspirasinya tidak hanya pada sektor infrastruktur. Namun juga pada bidang lainnya, seperti program kesehatan masyarakat, pemberdayaan, dan perlindungan nelayan.
“Pelaksaan program aspirasi tahun ini, adalah hasil reses tahun lalu. Adapun untuk tahun depan, sudah disampaikan dalam rapat tahun ini. Semoga kondisi anggaran daerah kuat, sehingga tidak ada program aspirasi yang dipangkas,” tutupnya.(*)
Editor : Agus S





