PLN Batam Dinilai Tak Adil Lakukan Pemadaman Listrik untuk Bintan

PLN Batam
Anggota DPRD Kepulauan Riau, Rudy Chua, menilai PLN Batam tidak menjalankan kebijakan pembagian beban defisit dalam sistem interkoneksi listrik Batam–Bintan. Foto: Dok. DPRD Kepri

Medianesia, Batam – Anggota DPRD Kepulauan Riau, Rudy Chua, menilai PLN Batam tidak menjalankan kebijakan pembagian beban defisit dalam sistem interkoneksi listrik Batam–Bintan.

Hal ini menyusul pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Tanjungpinang dan Pulau Bintan sejak Rabu, 8 April 2026, sementara wilayah Batam tidak terdampak pemadaman.

Baca juga: Pemadaman Listrik di Batam Teratasi, PLN Batam Mohon Maaf Atas Ketidaknyamanan

Menurut Rudy, kondisi tersebut bertentangan dengan kesepakatan awal interkoneksi, di mana jika terjadi defisit listrik, beban pemadaman seharusnya dibagi secara proporsional antara Batam dan Bintan.

“Dari pemantauan, Batam tidak mengalami pemadaman. Semua beban defisit justru dibebankan ke Bintan,” kata Rudy, Kamis, 9 April 2026.

Baca juga: Penerima Bansos Lansia di Batam Naik Jadi 4.000 Orang

Ia menambahkan, saat ini kekurangan pasokan gas di PLN Batam sebenarnya telah dibantu oleh PLN pusat. Dengan adanya bantuan tersebut, seharusnya tidak ada lagi defisit yang berujung pada pemadaman di wilayah Bintan.

“Seharusnya kondisi ini sudah bisa diatasi tanpa harus membebani satu wilayah saja,” ujarnya.

Baca juga: Ada Pengendara Isi BBM Pakai Tandon di SPBU Tanjungpinang, Disdagin: Bukan Solar Subsidi

Rudy menilai, kebijakan tersebut mencederai komitmen bersama yang telah dibangun dalam perencanaan interkoneksi Batam–Bintan.

Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Kepri untuk segera mempercepat kemandirian energi di Pulau Bintan.

Salah satunya melalui realisasi pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2×100 megawatt yang telah lama direncanakan oleh PLN pusat.

Baca juga: Puluhan Pulau Berpenghuni Belum Tersentuh Listrik, Ini Strategi Pemprov Kepri Bersama PLN

Sementara itu, pihak PLN melalui Bidang Niaga UP3 PLN Tanjungpinang, Budimansyas, menyatakan bahwa gangguan suplai listrik kini telah teratasi.

Ia menjelaskan, pemadaman bergilir sebelumnya terjadi akibat kendala pada pembangkit di Batam yang berdampak pada suplai listrik ke Bintan.

“Semalam suplai tidak bisa terpenuhi secara penuh. Namun sudah dibantu dari sistem Tanjungpinang,” jelasnya.

Baca juga: PLN Berencana Bangun Pembangkit Cadangan di Pulau Bintan

Menurutnya, kebutuhan listrik di Pulau Bintan mencapai sekitar 115 megawatt per hari. Pada saat gangguan terjadi, terjadi penurunan suplai hingga sekitar 45 megawatt.

Meski demikian, ia memastikan saat ini kondisi sudah kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman.

“Pembangkit di Batam sudah kembali berjalan normal. Untuk penyebab detailnya, kami masih menunggu informasi dari Batam,” pungkasnya.(Mhd)

Baca juga: Tuntaskan Persoalan Listrik Terang, Gubernur Bahas Dengan PLN Riau Kepri

Editor: Brp

Pos terkait