Medianesia.id, Batam – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam menghadapi tantangan terkait akses internet di beberapa wilayah terpencil jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 27 November mendatang.
Ketua KPU Batam, Mawardi, menyatakan ada lima titik tanpa sinyal internet yang berpotensi menghambat proses rekapitulasi suara.
“Terdapat lima lokasi tanpa sinyal, yakni empat di Pulau Karas dan satu di Pulau Abang,” jelas Mawardi, Selasa (12/11/2024).
Untuk mengatasi kendala ini, KPU Batam telah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam serta menghubungi beberapa penyedia layanan jaringan, termasuk Telkomsel, XL, dan Indosat, guna memperkuat sinyal di area blank spot.
Jika kendala sinyal tetap terjadi, KPU akan memanfaatkan mode offline pada aplikasi Sistem Rekapitulasi Pemilu (Sirekap).
Petugas KPPS dapat menginput data secara offline dan kemudian berpindah ke lokasi ber-sinyal untuk memastikan data terunggah ke sistem, meskipun prosesnya mungkin lebih lambat.
Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyebutkan upaya peningkatan sinyal berhasil mengurangi jumlah titik blank spot dari 17 menjadi lima.
“Ini adalah hasil arahan langsung dari Pj Wali Kota Batam, yang kami tindaklanjuti bersama KPU dan Bawaslu,” kata Rudi. Penguatan sinyal juga telah dilakukan di 37 lokasi dengan sinyal lemah, terutama di kawasan hinterland seperti Galang, Bulang, dan Belakang Padang.
Dengan antisipasi yang matang, KPU Batam optimistis dapat mengatasi kendala akses internet dan memastikan kelancaran proses pemungutan dan rekapitulasi suara Pilkada di Kota Batam.(*)
Editor: Brp





