Kader PDI Perjuangan Diduga Diintimidasi Paspampres di Gunung Kidul, PDI Perjuangan Bereaksi

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Foto: instagram/@pdiperjuangan.

“Itu artinya, Jokowi sedang memposisikan dirinya bukan sebagai presiden karena tidak mau adanya demokrasi yang ada di lapangan entah kehendak dari pengawalnya atau Jokowi sendiri,” paparnya. 

Sebab, Jokowi tidak suka adanya simbol parpol. Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Gunungkidul mengecam adanya kejadian ini. 

“Saya menilai demokrasi telah dibungkam setelah pihaknya memenangkan Jokowi selama 2 periode di wilayahnya,” tutupnya. 

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menambahkan Pemilu 2024 bukan persoalan Ganjar-Mahfud atau PDI Perjuangan, tetapi kedaulatan rakyat.

“Rakyatlah yang menentukan pemimpin nasional ke depan termasuk partai politik, bukan orang per orang, apalagi menggunakan kekuasaan,” ujar Hasto.

Mengerahkan segala potensi kekuasaan. Dan inilah kekuatan kebangkitan dari rakyat, dari wong cilik, dari ranting-ranting PAC, dari masyarakat kecil yang dulu berjuang dengan penuh ketulusan untuk Bapak Jokowi.

“Kami dampingi dari posisi sebagai wali kota, gubernur, presiden. Dan seluruh anak ranting-ranting kami ini berjuang dengan ketulusan tanpa mengharapkan sesuatu kecuali Indonesia yang lebih baik,” kata dia.

Hasto menyampaikan kondisi inilah yang terjadi di Gunungkidul menjelang Jokowi berkunjung. Namun, terjadi pengerahan aparatur negara, bahkan menggunakan mobil-mobil yang menunjukkan negara sepertinya dalam keadaan genting.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *