medianesia.id – Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, pada tahun 2024 mendatang Pulau Bintan diprediksi mengalami defisit air 400 liter perdetik.
“Melihat kondisi sekarang ini, perkiraan kebutuhan air di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) pada 2024 nanti adalah 700 liter perdetik,” ujar Rudy Chua, Selasa (7/2/2023) di Tanjungpinang.
Politisi Partai Hanura ini menjelaskan, update dari PDAM Tirta Kepri, saat ini ada 20.000 rumah tangga masuk dalam daftar tunggu.
Menurutnya, jika beberapa waktu lalu, waiting list PDAM Tirta Kepri pada angka 5.000. Saat ini sudah ada 20 ribu rumah tangga yang menunggu aliran dari PDAM Tirta Kepri.
“Persoalan ketersediaan air ini adalah masalah serius yang harus diselesaikan oleh Pemprov Kepri,” tegasnya.
Lebih lanjut katanya, daya mampu PDAM Tirta Kepri di Pulau Bintan saat ini adalah sekitar 300 liter perdetik.
Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) Provinsi Kepri ini mengharapkan program pembangunan infrastruktur untuk membantu kerja-kerja PDAM disegerakan.
“Kondisi kita saat ini memang mengalami defisit. Namun dengan banyaknya pipa yang bocor, membuat banyak air hasil produksi juga terbuang,” jelasnya.
Disebutkannya, tingkat kebocoran PDAM Tirta Kepri dari tahun ketahun terus meningkat. Jika pada 2020 kebocoran masih pada angka 42 persen, maka pada tahun 2021 lalu menjadi 43,95 persen.
Kondisi ini, disebabkanya banyak pipa primer rusak atau bocor. Dari laporan PDAM jumlah produksi adalah 9,4 juta kubik.
“Namun yang tersalur hanya pada angka 7,8 juta kubik. Melihat dari angka ini, PDAM kehilangan pendapatan sekitar Rp12 miliar,” tutup Rudy Chua.*





