Medianesia.id, Jakarta– Guru Besar Universitas Pakuan Bogor, Andi Muhammad Asrun meminta semua pihak menghormati hasil Pilpres 2024 yang dimenangkan oleh pasangan Prabowo Subianto dan Gibran
“Bagi menjaga stabilitas negara, saya harapkan jangan ada tindakan-tindakan provokasi dalam menyikapi hasil Pilpres 2024 lalu,” ujar Andi Muhammad Asrun, Senin (8/4/2024)
Menurutnya, terkait desas desus ini, Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah akan ikut demo di depan Mahkamah Konstitusi setelah Idul Fitri 19 April ini sebagaimana undangan di media sosial.
“Saya melihat pencantuman nama Gatot adalah politik provokasi oleh pihak-pihak yang kalah Pilpres 2024,” cetusnya.
MK baru saja selesai menggelar sidang pada Jumat 4 April 2024 dengan mendengarkan keterangan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhajir Effendi, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Keterangan para tersebut berada di luar jadwal sidang MK sebelumnya atas permintaan Tim Hukum Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud.
Keempat Menteri tersebut membantah politisisasi bansos untuk pemenangan pasangan Capres Prabowo Subianto-Cawapres Gibran Rakabuming Raka.





