Medianesia.id, Tanjungpinang – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menyeimbangkan kembali ekosistem alam, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, bersama istri, melaksanakan kegiatan pelepasan burung dan bibit ikan di lahan pertanian Kogabwilhan I, Senin, 3 November 2025.
Kegiatan yang digelar di area perkebunan semangka ini merupakan bagian dari Program Ekologi, Sport, and Tourism, yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan potensi agrowisata di wilayah setempat.
Sebanyak 120 ekor burung dilepas ke alam bebas, terdiri dari 12 ekor gelatik, 20 ekor sogon, 50 ekor mata putih, dan 50 ekor pipit. Selain itu, 2.000 ekor bibit ikan mulai dari dari bibit lele, nila merah, dan gurame juga dilepaskan ke aliran sungai yang melintasi kawasan pertanian tersebut.
Letjen Kunto menjelaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem setelah pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian.
Baca juga: Kogabwilhan I Panen Semangka di Lahan Bekas Tambang Bauksit Moco Dompak
“Kita sudah memakai lahan ini untuk bertani dan menghasilkan bagi masyarakat. Sekarang kita ingin menyeimbangkan kembali ekosistem dengan melepas satwa ke habitatnya,” ujar Letjen Kunto.
Ia menambahkan, pelepasan ikan dan burung memiliki makna ekologis yang mendalam. Harapannya ikan-ikan ini bisa tumbuh besar dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Sedangkan burung-burung akan membantu menyebarkan biji tanaman yang dapat meningkatkan kesuburan lahan,” jelasnya.
Baca juga: Kogabwilhan I Panen Semangka di Lahan Bekas Tambang Bauksit Moco Dompak
Selain aspek lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendampingan program pariwisata yang dikembangkan di kawasan pertanian Kogabwilhan I.
Letjen Kunto menegaskan, pentingnya sinergi antara kelompok tani dan pengelola wisata untuk mengembangkan kawasan ini sebagai lokasi agrowisata unggulan.
“Kita ingin tempat ini menjadi percontohan, bukan hanya dari sisi ekologi, tapi juga tata ruang, budaya, dan ekonomi wisata,” tegasnya.
Pangkgawilhan I menyampaikan, kegiatan serupa akan terus berlanjut secara berkesinambungan. Program Ekologi, Sport, and Tourism diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan institusi pertahanan untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan.(Ism)
Editor: Brp





