Dewan Sorot Kinerja Direktur Perseroda BUP Kepri

Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah menilai kinerja BUP Perseroda Kepri jauh dari harapan. F. (Foto: Humas DPRD Kepri)

medianesia.id – Legislator Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Irwansyah menyoroti kinerja Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Perseroda Pelabuhan Kepri. Karena dinilai gagal memenuhi target yang diberikan.

“Dari hasil evaluasi, BUP Perseorda Kepri belum memenuhi target. Ini situasinya kurang baik bagi daerah,” ujar Irwansyah di Kantor DPRD Kepri, kemarin.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) tersebut menjelaskan, pengelolaan labuh jangkar Tanjungberakit dan Selat Riau masih belum memberikan kontribusi.

Menurutnya, perusahaan milik Pemprov Kepri ini telah mengalami kerugiakan sebesar Rp800 juta pada tahun 2021 lalu. Dengan kondisi ini, jangan sampai BUP kembali mengalami kerugian ditahun 2022 ini.

Disebutkan Poltisi PPP tersebut, Perseroda BUP memasang target sebesar Rp99 miliar. Namun realisasinya adalah Rp1,6 miliar.

Kemudian untuk kebutuhan biaya diperhitungkan Rp42 miliar. Sedangkan realiasi biaya Rp2,5 miliar. Sehingga mengalami kerugian, karena kebutuhan biaya lebih besar dari realisasi pendapatan.

Mantan Legislator DPRD Batam tersebut juga mengatakan, pada tahun 2022 ini, Perseroda BUP Kepri sudah diberikan target pendapatan Rp27 miliar.

Sementara perhitungan biaya Rp42 miliar. Sehingga pendapatan bersih yang diharapakan sebesar Rp15 miliar. Dengan target ini, Direktur Perseroda BUP Kepri, Capt Awaluddin mengaku tetap optimis.

“Meskipun ada beberapa persoalan, yang kami lihat berat untuk meraih target tersebut sampai saat ini,”ungkapnya.

Lebih lanjut katanya, saat ini, Perseroda BUP mengalami beberapa terkendala dengan pihak lain,salah satunya adalah dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan keamanan.

Mantan Wakil DPRD Batam tersebut juga mengatakan, pengelolaan labuh jangkar di Selat Riau atau Kabil adalah sebesar diharapkan masuk Rp5 miliar.

“Untuk Tanjungberakit Ro20 miliar. Pemprov sudah berinvestasi besar lewat pemberian modal. Namun BUP masih belum bisa menjadi mesin penghasil PAD sampai saat ini,” tutup Irwansyah.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *