Medianesia, Batam – Chelsea resmi mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca sebagai pelatih kepala.
Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis (1/1/2026) menyusul penurunan performa tim di Premier League serta memburuknya hubungan internal antara pelatih dan manajemen klub.
Manajemen The Blues langsung bergerak mencari pengganti.
Baca juga: Rumor Jay Idzes ke AC Milan Menguat, Sejumlah Klub Serie A Pantau Situasi
Nama pelatih RC Strasbourg, Liam Rosenior, muncul sebagai kandidat terdepan.
Sky Sports melaporkan, Rosenior saat ini berada di posisi teratas dalam daftar incaran Chelsea untuk mengisi kursi pelatih kepala.
Peluang Rosenior dinilai besar karena Chelsea dan Strasbourg berada di bawah kepemilikan yang sama, yakni konsorsium BlueCo.
Faktor tersebut diyakini akan mempermudah komunikasi dan proses negosiasi antarklub.
Strasbourg bahkan dikabarkan telah menyiapkan skenario darurat jika Rosenior resmi ditunjuk Chelsea.
Baca juga: Manchester United Tekuk Newcastle 1-0, Amorim Akui Faktor Keberuntungan
Rosenior tengah menjalani musim keduanya bersama Strasbourg di Ligue 1.
Pelatih berusia 41 tahun itu dikenal sebagai salah satu pelatih muda yang progresif di Eropa.
Setelah pensiun sebagai pemain pada 2018, ia memulai karier kepelatihan sebagai asisten di Brighton & Hove Albion U-23, sebelum melatih Derby County dan Hull City.
Di internal Chelsea, Rosenior disebut mendapat dukungan cukup kuat.
Meski demikian, manajemen klub masih membuka opsi lain. Pelatih FC Porto, Francesco Farioli, juga masuk dalam radar sebagai alternatif apabila negosiasi tidak berjalan sesuai rencana.
Pemecatan Maresca tidak lepas dari ketegangan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Hubungan pelatih asal Italia itu dengan manajemen disebut memburuk sejak pertengahan Desember, setelah ia melontarkan pernyataan emosional usai kemenangan atas Everton yang ia sebut sebagai “48 jam terburuk” selama menangani Chelsea.
Situasi semakin memanas setelah Chelsea ditahan imbang Bournemouth, laga yang diwarnai cemoohan suporter di Stamford Bridge.
Maresca juga mengisyaratkan adanya pihak internal klub yang tidak sepenuhnya mendukungnya, termasuk perbedaan pandangan terkait rotasi pemain dan rekomendasi tim medis.
Baca juga: Arsenal Lolos ke Semifinal Carabao Cup Usai Menang Adu Penalti atas Crystal Palace
Puncak konflik terjadi ketika Maresca menolak menghadiri konferensi pers pascalaga melawan Bournemouth.
Keputusan tersebut mengejutkan manajemen, karena asisten pelatih Willy Caballero harus menggantikannya untuk menghadapi media.
Dari sisi performa, Chelsea mencatat tren negatif sepanjang Desember. Dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi, The Blues hanya meraih dua kemenangan dan turun ke posisi kelima klasemen sementara Premier League.
Sejak ditunjuk pada Juni 2024, Enzo Maresca membukukan 55 kemenangan dari 91 pertandingan bersama Chelsea di seluruh ajang.(*)
Editor: Brp





