Medianesia.id, Batam-Kementerian PUPR memulai tahapan penyelidikan tanah atau soil investigation untuk pembangunan Jembatan Batam Bintan atau Jembatan Babin.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Kepri Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja menjelaskan tujuan survey penyelidikan tanah adalah untuk mengetahui daya dukung tanah pondasi sekaligus mengoptimalkan desain struktur Jembatan Babin.
“Hasil survey ini nantinya digunakan sebagai readiness criteria untuk engineer menentukan desain struktur yang aman untuk jembatan Batam-Bintan,” ungkap Stanley, Senin (27/5/2024)
Stanley mengungkapkan anggaran survey penyelidikan tanah ini menggunakan APBN dengan anggaran sebesar Rp68 miliar.
Survey penyelidikan tanah ini akan dilakukan di 17 titik borehole untuk sisi jembatan 1 dari pulau Batam ke Tanjung Sauh. Lalu dari titik Tanjung Sauh ke Pulau Bintan akan dilakukan survey di 2 titik borehole.
Survey penyelidikan tanah ini akan dilakukan PT Offshore Work Indonesia yang telah memiliki banyak pengalaman dalam geoteknik offshore di Indonesia maupun luar negeri.
Direktur Utama PT Offshore Work Indonesia Rizal Shah mengatakan kedalaman tanah Jembatan Batam-Bintan yang disurvey akan berkisar antara 27 hingga 40 meter.





