Medianesia, Batam – Tiga kapal Pelni yang melayani wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dipensiunkan.
Ketiga kapal tersebut adalah KM Umsini, KM Kelimutu, dan KM Lawit.
Sebagai pengganti, Pelni akan membangun tiga kapal baru melalui program modernisasi armada nasional.
Baca juga: Update Terbaru Jadwal Kapal Pelni KM Egon Periode Oktober 2025-November 2025
Pembangunan armada tersebut telah mendapat persetujuan DPR RI melalui skema penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp4 triliun untuk periode 2024–2025.
“PT Pelni sudah mendapat ketok palu dari DPR untuk pelunasan tiga armada penumpang baru. Jika berjalan sesuai rencana, seluruhnya akan beroperasi pada pertengahan 2028,” kata Manager Komunikasi PT Pelni, Ditto Pappilanda, seperti dilaporkan Media Indonesia, Kamis (9/10/2025) malam.
Ditto menjelaskan, Pelni saat ini mengoperasikan 11 armada di wilayah NTT, terdiri atas tujuh armada penumpang, tiga perintis, dua tol laut, satu kapal rede, dan satu kapal ternak.
“NTT, khususnya Kupang, merupakan daerah dengan armada Pelni paling lengkap di Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Update Terbaru Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Raya Periode Oktober 2025-November 2025
Jumlah total armada penumpang Pelni secara nasional akan tetap 26 unit, karena armada baru tersebut bersifat pengganti, bukan penambahan.
“Kecuali ada tambahan kebijakan PMN dari pemerintah, jumlah armada Pelni tetap 26. Kami terus mengajukan PMN tiap tahun hingga 2029 agar kapal-kapal tua bisa diganti bertahap,” tambah Ditto.
Usulan Penambahan Rute di NTT
Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Kupang, Selamet Yanuardi, mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan rute pelayaran kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca juga: Update Terbaru Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Periode 10-30 Oktober 2025
Usulan tersebut masih menunggu hasil evaluasi, karena penetapan trayek harus mendapat persetujuan pemerintah daerah dan Kemenhub.
“Kita baru membahas usulan trayek dalam rapat Oktober ini. Biasanya keputusan resmi rute baru akan ditetapkan tahun depan,” ujarnya.
Selamet menambahkan, sebagian besar dermaga di pelabuhan NTT belum dapat menampung kapal besar.
Hanya Pelabuhan Kupang yang bisa disandari kapal bertipe 2000 dengan panjang 149 meter.
Pelabuhan lain umumnya hanya mampu menampung kapal bertipe 1000 atau panjang sekitar 95 meter.
Selain kapal penumpang reguler, Pelni juga mengoperasikan kapal rede yang melayani pelabuhan kecil dengan subsidi penuh pemerintah.
Baca juga: Info Terbaru Jadwal Kapal Pelni KM Lawit Periode Oktober 2025-November 2025
Kapal jenis ini diperuntukkan bagi wilayah terluar, terdepan, tertinggal, dan perbatasan (3TP).
“Kapal rede berkapasitas sekitar 68 penumpang dan bisa mengangkut kendaraan. Layanannya gratis karena disubsidi penuh pemerintah. Masyarakat bisa langsung memanfaatkannya tanpa syarat khusus,” kata Selamet.
Keputusan PT Pelni memensiunkan tiga kapal ini lantaran telah berusia 40 tahun serta sebagai bentuk peningkatan pelayanan transportasi pada penumpang.(*)
Editor: Brp





