Medianesia.id, Batam – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam bakal menjadi pusat data kedua di Indonesia. Saat ini, KEK Nongsa memiliki 9 lahan yang tersedia untuk pembangunan pusat data, dengan 8 di antaranya telah terisi.
Pusat Data Nasional (PDN) ke-2 dikabarkan akan dibangun di kawasan ini, hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur digital nasional.
Direktur PT Taman Resor Internet, Peters Vincen, mengungkapkan bahwa investasi di kawasan ini tergolong paling besar, terutama untuk pembangunan pusat data.
Baca juga: Lawan Serbuan Produk Impor, Pemerintah Godok Kebijakan Anti Dumping
“Kita sudah punya 5 investor, ada yang dari internasional dan salah satunya Kemenkominfo. Jadi nanti PDN kedua itu akan ada di kawasan ini,” terang Peters.
Delapan dari sembilan lahan yang tersedia telah dihuni oleh berbagai perusahaan, termasuk Kemenkominfo yang telah menyelesaikan tahap awal pembangunan.
Pusat data dari Hong Kong juga telah memulai pembangunan dan mencapai 40%, sedangkan pusat data dari Shanghai ditargetkan beroperasi pada September mendatang.
Baca juga: FTZ dan KEK di Batam Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Industri
Singapura pun tak mau ketinggalan, dengan membeli 2 lahan untuk membangun pusat data 80 megawatt dan berkomitmen investasi sebesar US$1 juta.
Pembangunan KEK Nongsa sebagai pusat data raksasa ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing bangsa di era digital.(*/Brp)
Editor: Brp





