Pengganti Pertalite/Pertamax, Pertamina Siap Dukung Swasembada Gula dan Bioetanol

Pengganti Pertalite/Pertamax, Pertamina Siap Dukung Swasembada Gula dan Bioetanol
Disprindag Batam tunda penerapan Fuel Card 5.0 untuk pembelian partalite Foto: Dok Pertamina.

“Jadi kita harus menanam tanamannya, tebu atau singkong, atau molasses, atau jagung. Itu cari yang paling cocok lah ya, tetapi nanti kita produksikan,” terang John.

Salah satu sumber etanol akan berasal dari lahan tebu seluas 2 juta hektare (ha) di Merauke yang disiapkan oleh Satgas.

Namun, Pertamina juga mencari lahan lain untuk solusi jangka pendek dan mengembangkan peta jalan produksi etanol jangka menengah dan panjang.

“Sesegera mungkin, mudah-mudahan [tahun ini],” ujar John soal target penyediaan etanol kepada pemerintah.

Keterlibatan Pertamina di Merauke sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan bauran bioetanol hingga 20% pada 2025.

Peningkatan bauran bioetanol ini dilakukan sebagai persiapan bahan bakar ramah lingkungan pengganti Pertalite dan Pertamax.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan, rencana tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 12/2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 32/2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan Dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain.

“Mengacu ke Permen ESDM No. 12/2015, tahapan minimal kewajiban pemanfaatan bioetanol diatur 5% pada 2020 dan naik 20% pada 2025,” ujar Saleh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *