Atas dasar itu, pemerintah akan mempertimbangkan perihal Pembangunan Dam di daerah Pulau Bintan atau Batam.
“Kita berharap kebutuhan air baku tersebut dapat terpenuhi dengan melakukan perencanaan yang tepat dan baik. Sehingga kedua daerah ini bisa saling melengkapi,” jelasnya.
Masih kata Luki, dari paparan disebutkan juga, apabila proyek ini jadi PSN, maka pembangunannya direncanakan 2025-2027.
Sehingga tahun 2027 sudah dapat beroperasi atau memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena baik Batam maupun Pulau Bintan sama-sama sedang mengalami defisit air baku.
“Pembangunan strategis ini, adalah jawaban untuk menyelesaikan persoalan air di Pulau Bintan dan Batam. Pak Gubernur juga menaruh atensi, terkait masalah air,” tutup Luki.(*)
Editor : Ags





