Nasib Suku Laut Kepri, Terhimpit Pesatnya Pembangunan, Tergadai Karena Rusaknya Lautan

Suku Laut
Ilustrasi kehidupan suku laut di Provinsi kepri. Foto : Facebook@Nazer Noor

Bunga (40) perempuan suku laut lainnya yang juga terlibat dalam diskusi tersebut mengungkapkan, bahawa masih ada perempuan di wilayah ini yang buta aksara.  

“Saya sendiri sering menjumpai perempuan-perempuan di Pulau Air Mas yang belum mengenal aksara. Bagaimana mungkin mereka akan beradaptasi jika suatu saat ada kontrak atau dokumen yang harus mereka pahami?” ucap dengan penuh tanya. 

Kemudian, Nurliana juga menimpalinya, dikatakannya kenyataan bahwa meskipun bantuan telah datang dari berbagai pihak, tapi hanya cukup untuk bertahan hidup. 

“Kami ingin kembali ke laut, memperbarui perahu kami, dan membuatnya lebih indah dengan kajang. Kami juga berharap agar kapal-kapal di sekitar pulau kami lebih memperhatikan kebersihan laut.” ucapnya. 

Bunga menekankan harapan para ibu di suku Laut, tentang hadirnya pemerintah untuk memberikan dukungan bagi kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat disini. 

“Kami berharap ada pasar yang bisa menampung hasil tangkapan kami. Kami berdoa agar anak-anak kami, yang masih muda, memiliki peluang yang lebih baik daripada kami. Semoga mereka mendapat pekerjaan yang lebih layak di masa depan.” harapnya. Bersambung…(*) 

Editor : Ags

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *